Kemudian di bagian kiri altar ada sebuah ruangan kecil dengan patung Yesus, sedangkan sebelah kanan ada patung Bunda Maria. Keduanya masih terlihat mulus, dan rapih meskipun sangat tua sekali.
Berbicara soal sejarah, dulu sejak didirikannya gereja diberi nama gereja Toesebio kemudian berubah menjadi gereja Maria de Fatima. Tanah gereja saat itu dibeli oleh Pater Wilhemlmus Krause van Eeden yang digunakan untuk membangun gereja, asrama dan sekolah khusus untuk Hoakiauw atau China Perantauan.
Di tahun 1954, misa pertama menggunakan bahas Indonesia diadakan yang menarik sekitar 20 orang umat untuk beribadah. Kemudian, di minggu berikutnya ada misa khusus bahasa Mandarin yang membuat pengikutnya semakin banyak. Sampai suatu saat, pengelola gereja mendatangkan tokoh agama terkemuka Pater Joannes Tcheng Chao Min Sj yang sedang bertugas di Spanyol.