Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Surga di Bumi Rafflesia: Menyambangi Danau Gedang di Tepi Pantai Padang Betuah

Demon Fajri , Jurnalis-Minggu, 22 Januari 2017 |11:53 WIB
Surga di Bumi Rafflesia: Menyambangi Danau Gedang di Tepi Pantai Padang Betuah
Danau Gedang di Tepi Pantai Padang Betuah, Bengkulu (Foto: Kontributor/Demon Fajri)
A
A
A

Sementara, dari sisi kiri terdapat obyek wisata pantai Padang Batuah yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Sedangkan, disisi kiri pantai terdapat sebuah danau yang memiliki luas sekira 10 hektare (Ha).

Konon, danau ini sudah terbentuk sejak ratusan tahun lalu, yang mana danau tersebut dipisahkan dengan tumpukan pasir dengan panjang sekira 500 meter dengan lebar sekira 20 hingga 25 meter. Oleh warga setempat, danau ini disebut Danau Gedang atau Danau Besar.

Di lokasi ini warga setempat telah menyediakan tempat bersantai, berupa tempat duduk yang terbuat dari kayu dibeberapa titik tepi tebing serta dibagian bawah danau tanpa atap atau tanpa dilengkapi fasilitas.

Namun, di tempat ini belum ada sama sekali pedagang yang menjajaki makanan maupun minuman untuk para pelancong atau wisatawan. Sehingga untuk datang ke lokasi ini, wisatawan mesti membawa bekal sendiri dari rumah atau dari luar obyek wisata.

Di areal ini juga masih terlihat burung bangau lainnya. Tidak hanya itu, tumbuhan pantai yang masih tumbuh subur di areal ini. Bahkan, di danau ini masih terdapat berbagai jenis ikan laut, ikan belanak, bekapur, terong, petai-petai, gebur, udang, kepiting serta lainnya.

Sehingga, oleh warga setempat di danau ini dan tepi pantai dijadikan untuk mencari rezeki, untuk mencari ikan setiap harinya, dengan menggunakan alat tangkap ikan, berupa jaring.

Salah satu wisatawan asal Kelurahan Lingkat Barat Kecamatan Gading cempaka Kota Bengkulu, Bengkulu, Aprilia Utami mengatakan, obyek wisata ini sudah diketahuinya melalui media sosial. Dirinya sangat kagum, dengan kekuasan sang pencipta, yang telah menyuguhi obyek wisata danau ditepi pantai di kabupaten Bengkulu Tengah, ini.

Sayangnya, kata dia, di lokasi ini belum dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah setempat. Baik pembangunan tempat singgah atau istirahat serta keamanan di sekitar lokasi. Sebab, jalan menuju lokasi cukup jauh ditambah masih banyaknya kebun sawit serta hutan.

''Saya tahu wisata ini dari media sosial. Wisata ini cukup unik dan menarik, bahkan langka,'' kata Aprilia, salah satu pengunjung saat ditemui Okezone, di lokasi, belum lama ini.

Aprilia juga mengatakan, untuk menyambangi wisata unik dan langka ini tidak membutuhkan biaya yang mahal. Cukup dengan uang Rp50 ribu, sudah bisa menikmati keindahan alam yang tak kalah menariknya dengan destinasi wisata di provinsi di Indonesia.

Namun, ia juga menyayangkan, di lokasi ini masih kurangnya kesadaran dari pengunjung, yang membuang sampah sembarangan. Sehingga, sampah-sampah plastik bekas botol minuman mineral dan gelas minuman mineral serta kantong plastik berserakan di sekitar lokasi.

"Daripada ke Mal, lebih baik menyambangi wisata ini. Lagian, biayanya tidak terlalu mahal untuk kaula muda-mudi. Disini bisa menikmati pesona alam yang begitu indah,'' demikian Aprilia.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement