Kegiatan pengajaran ini dimulai saat Fenty berangkat bersama dengan 10 Pengajar Muda Angkatan XI ke Kabupaten Natuna pada 20 Desember 2015 dan sampai di tanggal 21 Desember 2015. Dengan penyesuaian yang cukup lama sekitar 2 minggu untuk penguasaan bahasa melayu dan berbaur dengan penduduk sekitar, Fenty menemukan permasalahan slip of mother tongue untuk mempelajari bahasa Inggris dari segi pengucapan dan pelafalan untuk usia sekolah dasar.
Siswa SDN 005 Teluk Buton tidak bisa mengucapkan huruf “f”, “v”, dan “p”. Tulisan maupun ucapan semuanya terbalik jika memakai konsonan tersebut. Dengan metode drilling dan fun learning yang diterapkan oleh Fenty, anak-anak daerah Natuna pun senang belajar bahasa Inggris dan menguasai dengan cepat.
Sementara itu, Juli Simatupang, Director of Corporate Affair EF English First Indonesia mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memajukan pendidikan di Indonesia pada umumnya dan pendidikan dan kemampuan Bahasa Inggris, pada khususnya. Tidak hanya di kota besar, namun sampai ke pelosok negeri.
“Melalui Indonesia Mengajar, impian kami untuk berkontribusi membangun pendidikan negeri hingga ke pelosok dapat tercapai karena pendidikan yang layak adalah hak setiap individu,” pungkasnya.
(Vien Dimyati)