Penelitian ini dinilai bermanfaat untuk terapi fisik jika wanita atau pria mengalami cedera dan operasi.
Peneliti juga menemukan bahwa wanita memiliki kekuatan lebih di kakinya. Hal itu terbukti saat menjalani latihan marathon dan bersepeda dalam waktu panjang.
Dalam tes lain, wanita juga lebih mampu saat melakukan kontraksi isometrik (meregangkan otot bisep) dalam waktu yang lebih lama dibanding pria.
"Kami melakukan kontraksi statis sepanjang hari untuk membuktikannya melalui uji laboratorium," tambah Sandra.
Kesimpulannya, karena wanita memiliki kemampuan untuk kontraksi otot lebih lama. Dalam hal duduk atau berdiri tegak, wanita lebih unggul daripada pria.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.