Titi : Jiwa tato dari dukun Mentawai
(foto: Lars Krutak)
Jiwa sangat dihargai disana dengan kehadiran tato nan cantik. Orang Mentawai percaya jika tato mengizinkan mereka untuk membawa kekayaan materi di kehidupan surga. Mereka juga percaya tato (titi) membuat mereka mudah diingat saat mati. Banyak bentuk kepercayaan dari adanya tato yang paling penting adalah bisa melindungi mereka dari jiwa iblis yang berkeliaran di hutan.
Tato didesain dan dibuat oleh seorang artis yang biasa disebut asipaniti atau pria yang membuat jarum. Secara tradisional ketika anak perempuan atau anak laki-laki sudah memasuki usia ketujuh, mereka akan dibuatkan tato di punggung. Kini dipraktikan kala mereka sudah masuk ke usia remaja. Lalu, setelah setahun atau dua tahun, lengan dan tangan mereka juga ditato.
Selanjutnya, tato akan dibuat di kaki dan di paha dan ini dilakukan sebelum menikah, yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan tato di leher dan pipi. Tahap akhir tato biasanya dilakukan di usia 40 ketika siku, dagu dan telapak tangan ditato.
Sebagaimana dikutip dari Lars Krutak, Selasa (15/11/2016), artist tato terkadang menggunakan batang yang sudah ditipiskam diambil dari pohon Karai. Tato Artist lainnya biasanya menggunakan kayu bambu yang sudah disesuaikan untuk dimasukan ke dalam kulit.
(foto: Lars Krutak)
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.