Lebih sensitif dengan rasa sakit
Gadis berambut merah punya kepekaan terhadap rasa sakit pada area mulut. Fakta itu diperkuat dengan pernyataan dari American Dental Association yang mengungkap bahwa mereka yang berambut merah mempunyai perubahan genetik dimana si pemilik rambut merah lebih sensitif terhadap anastesi tertentu.
Ketika berhadapan dengan dokter gigi misalnya. Mereka cenderung punya pengalaman buruk ketika giginya dicabut. Atau bahkan mereka butuh lebih banyak obat anti nyeri karena variasi gen itu mengubah tubuhnya dalam penyerapan obat yang sifatnya kebal (obat anti nyeri).
Tinggi akan risiko parkinson
Mereka yang berambut merah lebih punya risiko mengidap parkinson dibanding mereka yang berambut hitam atau bahkan blonde sekali pun. Dari sebuah studi yang dilakukan Annals of Neurology, ditemukan bakal penyakit parkinson ada pada mereka yang punya rambut merah. Peneliti menemukan bahwa deteksi awal penyakit parkinson dapat terlihat dari melanin yang membentuk pigmen rambut merah.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.