Selain itu keunikan lainnya adalah, jika ada sebuah barang yang mengandung nama orang, dan foto sebuah wajah akan disamarkan sehingga Anda sebagai pengunjung tidak akan bisa melihat identias asli dari objek yang diceritakan.
"Tidak ada kejelasan akan membuat banyak orang untuk datang," ungkap Alexis.
Sejak musim dingin, museum ini sudah mengoleksi 400 item yang disumbangkan dari pasangan yang patah hati saat menjalani hubungan. Saking antiknya barang-barang masa lalu dari sebuah hubungan, staf museum pun melakukan rotasi setiap enam bulan sekali, dengan menempatkan benda favorit misalnya saja busana pengantin, bunga kertas, dan kunci wine.
Museum ini bahkan sudah membuat website online untuk mengajak Anda menyumbangkan barang-barang peninggalan patah hati sebagai bagian dari koleksi di museum. Tentu saja ini menjadi wadah yang baik untuk membuag barang-barang kenangan.(fid)
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.