Motif Lereng
Desain ini mengacu pada baris diagonal di antara motif parang. Selain itu, banyak pola hanyalah deretan garis diagonal sempit dengan seluruh rangkaian pola kecil. Motif Udang Liris, salah satu pola lama yang disediakan untuk istana kerajaan.
Udang Liris atau hujan ringan melambangkan kesuburan, harapan untuk kemakmuran, tekad, untuk memiliki keberanian untuk melaksanakan apa yang penting bagi bangsa dan rakyatnya.
Motif Nitik
Motif Nitik adalah salah satu pola batik tertua dan diilhami oleh kain tenun motif patola yang dibawa oleh pedagang dari Gujarat, India. Desain geometrik dibuat dengan titik-titik kecil dan garis meniru kain tenun asli.
Motif Truntum
Motif ini biasanya dipakai oleh orangtua dari pasangan pengantin dalam sebuah acara adat pernikahan.
Motif Semen
Semen, berdasarkan kata 'semi' yang berarti bersemi atau tumbuh, adalah pola non-geometris yang terinspirasi oleh alam. Umumnya kain akan dipenuhi dengan bergaya batang, bunga, daun, pegunungan, dan hewan. Desain ini masuk kelompok untuk keluarga terpandang pada acara khusus, serta bisa juga digunakan oleh orang-orang umum sehari-hari.
Motif Semen Garuda, pesona mistis burung dalam mitologi Hindu, yang dilakukan Wisnu melalui langit, sering digambarkan dalam desain Semen dengan tunggal, atau sepasang sayap (Lar) atau sayap dan ekor (Sawat).
Sering dikaitkan dengan pola Semen, bentuk sayap juga ditemukan dengan motif Parang dan Ceplok.
Motif Isen
Mengisi pola yang disebut Isen merupakakan karakteristik batik di Indonesia, terutama Jawa. Secara halus diberikan dalam garis lilin, desain ini kecil menambahkan kedalaman dan keindahan yang harmonis pada kain secara menyeluruh.