JAKARTA - Kolak pisang memang menggiurkan untuk dijadikan makanan pembuka puasa. Tapi, kandungan kalorinya bisa sangat melonjak jika ditambahkan bahan-bahan tertentu.
Saat berbuka merupakan saat yang ditunggu-tunggu ketika berpuasa di bulan Ramadan. Berbuka puasa biasanya diawali dengan mengonsumsi takjil, kemudian baru dilanjutkan dengan makanan utama. Di Indonesia, banyak sekali pilihan takjil untuk berbuka. Salah satu menu takjil yang digemari adalah kolak pisang.
Kolak pisang merupakan menu yang hampir dapat dijumpai di setiap acara berbuka puasa. Rasanya yang sangat manis memang menggiurkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Kolak pisang biasanya dibuat dengan menggunakan santan, gula dan daun pandan. Sering kali pula ditambahkan kolang kaling atau ubi.
Pisang merupakan salah satu buah yang memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Terdiri atas potasium, serat, vitamin C dan B6, pisang dapat membantu mengurangi risiko kanker dan asma, menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, menurunkan kadar gula di dalam darah, serta mengatasi diare. Selain itu, pisang mengandung triptofan dan asam amino yang dapat meningkatkan daya ingat dan memperbaiki suasana hati.
Satu buah pisang ukuran sedang (126 g) mengandung sekitar 110 kalori, 30 g karbohidrat dan 1 g protein. Namun, sayang sekali nilai tersebut langsung melonjak ketika pisang dijadikan kolak. Dalam semangkuk kolak pisang terdapat sekitar 391-414 kalori, 48,85 g karbohidrat, 21 g lemak, 4,8 g protein dan 6,7 g serat.