Merujuk sebuah survei yang dilakukan di Eropa dan Amerika, dengan mengoleksi benda-benda seni, maka seseorang merasa berada pada suatu tempat yang tenang, aman dan nyaman.
Bagaikan berada di tengah alam dengan deretan pepohonan yang rindang. Ketenangan yang meresap di dalam hati melalui pori-pori di badan ini, mampu menguarkan suasana hening bagai air telaga yang bening dan bersih sehingga membawa suasana hati yang damai.
Patung Gajah Mada "Keindahan dan suasana kedamaian batin ini, membuat kolektor seni sering tak tanggung-tanggung dalam mengumpulkan benda-benda yang disukai. Kalau saya, sudah bergelut dengan keramik sejak tahun 1973, bermula ketika sering menemani tamu asing yang berburu keramik antik di Bali," ujar suami dari Sri Lestari Mayun.
Seiring waktu, Gus Mayun justru jatuh hati dengan keramik. Lelaki ini mengumpulkan keramik dari berbagai tempat di Bali, termasuk keramik kuno dari Nusa Penida.
Setiap kedatangan penggemar keramik dari mancanegara, Gus Mayun kemudian menawarkan koleksinya. Benda-benda keramik yang dikoleksi lelaki ini makin bertambah, ketika memperluas jaringan hingga ke Jawa, agar bisa mendapatkan keramik-keramik berkelas peninggalan zaman dulu.
"Sampai akhirnya, keramik yang saya koleksi sudah mencapai lebih dari 600 jenis keramik. Ada keramik gajah peninggalan Kerajaan Mataram, keramik Patung Gajah Mada. Koleksi saya mayoritas keramik dari Tiongkok. Proses pencarian keramik itu membutuhkan waktu panjang, namun saya menghayatinya. Dan jika ada waktu senggang, saya sering main ke museum untuk melihat koleksi keramik yang ada," ujar Gus Mayun.
Sayangnya, koleksi keramik di beberapa museum di Indonesia, sering tidak ada pembaharuan. Koleksi keramiknya dari waktu ke waktu itu-itu saja, sehingga pengunjung menjadi jenuh.
Memiliki Arti Penting