Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eksistensi Kue Simping Terancam Tinggal Kenangan

Eksistensi Kue Simping Terancam Tinggal Kenangan
Kue simping renyah dan gurih (foto: farlys.com)
A
A
A

Juanda mengatakan keberadaan kue simping tidak hanya terancam tergerus sejumlah makanan yang kini disajikan di supermarket. Tapi karena dipengaruhiberbagai kebijakan pemerintah, menyebabkan eksistensi para perajin kue simping mulai terkikis.

“Perajin simping yang diperkirakan mencapai puluhan orang kini hanya tinggal hitungan jari. Padahal prospek kue simping sangat menjanjikan,” ujarnya.

Juanda mengatakan tidak hanya dampak naik harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tapi kenaikan gas elpiji telah memicu harga tepung merangkak naik. Padahal bahan baku tersebut, sangat vital pembuatan kue simping. “Begitupun kenaikan sembako, sangat mempengaruhi harga tepung menjadi latah ikut-ikutan naik,” ucapnya.

Sebenarnya, kata Juanda permintaan kue simping relatif sangat tinggi. Animo masyarakat untuk mengkonsumsi makanan ringan tidak hanya warga Kota Sukabumi. Tetapi permintaan dari sejumlah daerah lainnya. Seperti di Bogor, Jakarta, Bandung, Tangerang dan Surabaya. “Bahkan kue simping sempat menembus sejumlah negara tetangga. Termasuk permintaan dari Saudi Arabia saat musim haji,” tuturnya.

Juanda mengatakan karena terkendala permodalan, produksi simping yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) berbagai permintaan tidak terlayana secara maksimal. Bahan seiring kenaikan sejumlah komoditas, aktivitas perajin kue simping kini hanya terbatas di Kota Sukabumi. “Kami membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha. Billa todak segera, kami akan tergerus makanan siap saji yang banyak diminati kaum remaja,” katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement