Pada kesempatan yang sama, Dr dr Sri Linuwih Menaldi, SpKK(K), Ketua Divisi Dermatologi Infeksi Tropik FKUI RSCM, mengatakan bahwa untuk memastikan seseorang menderita kusta atau tidak, pemeriksaan dengan mengerok jaringan kulit untuk mendeteksi bakteri juga bisa dilakukan.
“Kalau ditemukan ada bercak mencurigakan seperti kusta, dokter bisa mencari tahu lewat kerokaan kulit untuk melihat kuman. Tapi pertama kali memang cek dulu apa ada bagian kulit yang terasa baal atau mati rasa, karena kalau pakai hitungan suka ada yang terselip,” tambahnya.
Bila seseorang benar menderita kusta, untuk kusta jenis kering, pasien harus menjalani terapi obat selama enam bulan. Sementara untuk pasien dengan kusta basah atau yang sudah cukup parah, terapi obat yang bisa secara gratis didapatka di Puskesmas sampai 12 bulan.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.