"Identifikasi teh yang ditemukan di makam kaisar memberi kita sekilas langkah ke dalam tradisi yang sangat kuno yang menjelaskan asal-usul salah satu minuman favorit dunia," kata profesor Archaeobotany Dorian Fuller.
Lebih lanjut, hanya karena daun teh tersebut ditemukan di dalam kubur, bukan berarti bahwa orang-orang saat itu mengonsumsi daun teh untuk jadi minuman. Banyak faktor lain, seperti teh dimanfaatkan untuk dibuat sup dan lain sebagainya.
"Saya tidak yakin bahwa ini adalah penemuan 'minum teh' seperti yang kita pahami (teh digunakan untuk jadi minuman-red). Ini bisa digunakan bersama dengan bahan lain dalam sup obat, misalnya," kata profesor James Benn, penulis buku 'Tea in China : A Religious and Cultural History'.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.