WILLIAM Shakespeare pernah mengungkapkan, ‘apalah arti sebuah nama?’ Maksudnya, nama tidak akan berpengruh terhadap pribadi seseorang. Misalnya, apabila nama bunga mawar diganti dia tetap harum.
Akan tetapi, bagi orangtua nama memiliki arti penting, mengandung doa, dan harapan kepada anak-anaknya. Namun, kadang nama dan ejaan yang berarti baik sering menjadi bahan olok-olokan sehingga membuat anak tersudut.
Mereka menjadi tidak percaya diri dan minder karena nama pemberian orangtuanya. Seperti kisah tiga artis Giring (Nidji), Tulus, dan Tatjana Saphira. Namun, pada akhirnya doa dan harapan orangtua yang tertuang dalam nama anak pun menjadi kenyataan. Simak cerita para artis korban bully yang menjadi besar setelah di bully semasa kecil.
Giring (Nidji)
Memiliki nama lengkap Giring Ganesha yang diambil dari salah satu tokoh pembawa Islam ke Indonesia, Ki Ageng Giring. Dulunya pria 32 tahun ini sempat rendah diri karena teman-teman mengejek namanya, seperti menggiring-giring bola.
“Waktu kecil setiap habis pulang main saya mengadu ke bapak, kenapa diberi nama Giring? Nama yang aneh sehingga menjadi bahan olok-olokan. Kemudian bapak menjelaskan nama saya memiliki kekuatan. Sehingga saya termotivasi untuk menjadi orang yang baik dan berguna bagi agama. Alhamdulillah sekarang saya selalu berusaha menjadi orang yang taat dengan agama dan mengispirasi orang lain juga.”