Advertisement
Advertisement

ODHA Rawan Idap Kanker Hati, Ini Sebabnya!

Dewi Kania , Jurnalis-Rabu, 02 Desember 2015 |07:09 WIB
ODHA Rawan Idap Kanker Hati, Ini Sebabnya!
ODHA rawan kena kanker hati (Foto: Ilustrasi/Okezone)
A
A
A

PENGGUNA napza suntik (Penasun) yang sudah dinyatakan positif HIV dan sudah mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) seumur hidupnya, mereka bakal mendapat ancaman hepatitis C yang nantinya mengarah pada kanker hati.

Dikatakan Prof Dr dr Samsuridjal Djauzi SpPD KAI dari Perhimpunan Dokter Peduli AIDS Indonesia, meski harapan ODHA lebih lama karena minum obat ARV tanpa putus, sistem kekebalan tubuh mereka semakin lemah akibat virus HIV, sehingga dapat merangsang organ lainnya, termasuk hati.

"Setelah sembuh dari HIV, teman-teman ODHA misalnya nyuntik pada tahun 2000-an diperkirakan dalam jangka waktu 10 tahun diancam oleh sirosis hati dan kanker hati," ungkap dr Samsu saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Maka di samping minum obat ARV, kata dr Samsu, Penasun yang telah menjadi ODHA juga harus mengonsumsi obat hepatitis C untuk melakukan pencegahan. Kabar baiknya, mereka juga tidak perlu minum obat hepatitis C selama seumur hidupnya.

"Obat hepatitis C bisa dipakai untuk pengobatan selama enma bulan hingga satu tahun saja. Obat baru ini gak perlu suntik, tapi cukup kapsul saja," imbuh dr Samsu.

Sementara, untuk mendapatkan obat itu, sambung dr Samsu, para ODHA memang harus merogoh kocek sendiri. Karenanya pemerintah Indonesia belum menyediakan dana untuk menanggung pengobatan pencegahan hepatitis C pada ODHA.

"Di Indonesia beli obat mencegah hepatitis C ini butuh mengeluarkan biaya USD600 (Rp8,2 juta) per tiga bulan," tutupnya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement