Advertisement
Advertisement

Sulitnya Berantas HIV/AIDS pada Kaum Waria

Dewi Kania , Jurnalis-Selasa, 01 Desember 2015 |08:11 WIB
Sulitnya Berantas HIV/AIDS pada Kaum Waria
Sulitnya berantas AIDS (Foto: Ist)
A
A
A

DULU wanita penjaja seks sangat rawan mengidap HIV dibandingkan kalangan lainnya. Namun tren roda itu berputar, dan kaum waria saat ini menjadi golongan orang yang sulit untuk diajak mencegah HIV, sehingga menjadi kekhawatiran tersendiri.

Diungkapkan Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen PPPL Kementerian Kesehatan RI Dr Sigit Priohutomo MPH, sejak tahun 1987 sudah diketahui kriteria orang-orang berisiko tinggi mengidap HIV. Mereka adalah kaum laki-laki suka laki-laki (LSL), wanita penjaja seks, pengguna napza suntik (penasun), waria, bahkan ibu rumah tangga.

"Kelompok tersebut (red-waria) saat ini berisiko tinggi kena HIV , karena mereka agak sulit kita intervensi untuk didekati agar mencegah HIV. Mereka ini eksklusif dan sulit untuk menjangkau mereka," papar dr Sigit saat press conference Hari AIDS Sedunia 2015 di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin, 30 November 2015.

Menyadari hal itu, dr Sigit menambahkan, Kementerian Kesehatan telah membentuk strategi agar semua kalangan dapat diajak untuk mencegah HIV. Salah satunya, semua tenaga medis yang tersebar di puskesmas, dokter praktek, hingga rumah sakit wajib menghilangkan stigma pada orang yang berisiko tinggi mengidap HIV.

"Semua pihak harus friendly dan berpikir lebih konkret agar yang bersangkutan merasa tidak ada stigma kalau mengungkap identitasnya sebagai waria atau gay. Karena hingga 2015, kita sediakan testing HIV untuk lima juta orang," terangnya.

Apabila strategi ini sudah berjalan, dr Sigit yakin semua orang berisiko tinggi mengidap HIV bakal mudah diberantas pada masa mendatang. Bila satu hasil tes positif, pasien juga tak perlu khawatir karena obat antiretroviral sudah diberikan cuma-cuma oleh pemerintah.

"Dengan harapan makin banyak yang diperiksa makin banyak kita temukan. Ketahuilah, siapapun menurut saya, kita anjurkan tes. Kalau positif, harapan sembuh bisa besar agar tidak menyisakan sedikitpun," simpulnya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement