Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah di Balik Titik Nol Kilometer Anyer Panarukan

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Minggu, 29 November 2015 |07:08 WIB
Kisah di Balik Titik Nol Kilometer Anyer Panarukan
Tugu Titik Nol Kilometer Anyer (Foto: Helmi/Okezone)
A
A
A

ANYER memiliki banyak daya tarik, salah satunya Mercusuar Cikoneng. Ternyata, Mercusuar Cikoneng ini menyimpan banyak kisah sejarah yang terlupakan. Seperti apa kisahnya?

Sumanta dari Himpun Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Banten, menceritakan, Herman Willem Daendels dari Belanda menginjakkan kakinya pertama kali di Indonesia pada tahun 1808 di Banten. Daendels merupakan Gubernur Jendela Hindia Belanda ke-36 yang memerintah dari tahun 1808 sampai 1811.

Selama kepemimpinannya, Daendels melakukan berbagai pembangunan. Dimulai pembuatan jalan rute Batavia sampai Banten pada tahun 1808 sampai 1809. Selanjutnya, Sumanta mengatakan, Daendels memerintahkan pembangunan jalan dari Anyer sampai Panarukan sejauh 1.000 kilometer pada tahun 1809 hingga 1810.

"Untuk mengenang peristiwa tersebut, dibangun sebuah tugu sebagai penanda titik nol kilometer pembangunan jalan Anyer Panarukan di bekas pondasi Mercusuar Cikoneng lama yang hancur akibat letusan Gunung Krakatau tahun 1883," ujarnya di Mercusuar Cikoneng, Banten, Jumat 29 November 2015.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement