Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekslusifitas Merek Dagang Mendoan Ganggu Usaha Pedagang

Devi Setya Lestari , Jurnalis-Sabtu, 07 November 2015 |10:52 WIB
Ekslusifitas Merek Dagang Mendoan Ganggu Usaha Pedagang
Tempe mendoan (Foto:Google)
A
A
A

SELAIN berpotensi melanggar undang-undang, tidak etis jika mendoan menjadi merek dagang perorangan. Ini bisa menganggu usaha sejenis pedagang lainnya yang tidak memiliki merek dagang.

Tempe mendoan tengah menjadi perbincangan hangat banyak kalangan dan lapisan masyarakat, terlebih setelah diberikannya hak esklusif sebagai merek dagang sebuah usaha kuliner sejenis milik pengusaha kulier Purwokerto, Fudji Wong.

Sebagai orang Banyumas, Chef Budi Sutomo merasa geram terkait pemberiaan hak ekslusif mendoan sebagai merek dagang kepada perorangan. Menurut dia hal tersebut tidak etis dan sudah pasti kedepannya akan mengganggu usaha para penjual mendoan.

"Jelas ini tidak etis dan akan menggangu usaha karena nanti kedepannya akan bermasalah terus dengan patennya," kata Chef Budi kepada Okezone melalui pesan elektronik.

Pria ramah ini menambahkan, makanan khas Banyumas dari tempe yang digoreng setengah matang ini sudah ada turun temurun, bukan baru saja ditemukan.

"Saya orang Banyumas dan jelas sangat tidak setuju dan menolak. Pemerintah harus tegas. Kan ada kisi-kisinya. Kata kata tertentu yang sudah jadi milik masyarakat umum enggak bisa dipatenkan. Ini kan kekayaan intlektual, pengetahuan atau kekayaan kuliner milik masyarakat," jelas Chef Budi.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement