Penelitian menyatakan, penggunaan air garam mampu mengembalikan kelembaban hidung dan sinus sehingga mengurangi radang mukosa hidung. Penggunaan obat-obatan seperti dekongestan, semprot hidung steroid, antibiotik akan diberikan sesuai kebutuhan pasien setelah diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik dan penunjang.
Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Soedomo menilai pengaruh gurah terhadap tanda dan gejala rinosinusitis kronis, hasil penelitian menunjukkan adanya pengurangan tanda dan gejala seperti ingus, frekuensi bersin dan keluhan tersumbat pada awal gurah, sedangkan pada hari ke sepuluh mulai berkurang efeknya disebabkan perlambatan transport mukosilia.
Penelitian juga mencatat adanya komplikasi terhadap telinga seperti gangguan fungsi tuba Eustachius dan Infeksi pada telinga tengah (otitis media), rinosinusitis akut berat, tonsilofa-ringitis akut dan peritonsilitis akut.
Berdasarkan ulasan di atas, tentu saja penilaian awal terhadap seorang pasien sangat penting untuk dilakukan, tatalaksana yang sesuai standar serta evaluasi terhadap pengobatan yang dilakukan secara akurat juga menjadi kunci utama keberhasilan pengobatan.
Operasi mungkin diperlukan apabila didapatkan kelainan bentuk yang menyebabkan terganggunya aliran udara dan lendir pada rongga hidung dan sinus yang tidak perbaikan setelah pengobatan yang dapat memakan waktu hingga 6 minggu atau lebih (bergantung pada temuan klinis), namun pertimbangan dengan berbagai dasar temuan klinis tentu saja lebih aman.
(Retno Wulandari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.