“Sebenarnya waktu S2, saya zero pengalaman kerja. Tapi, yang menarik, saya aktif di berbagai organisasi terutama di Kopma (Koperasi Mahasiswa). Saya juga magang di Telkom. Pengalaman organisasi, Kopma, ditambah magang menjadi modal besar. Secara akademik saya juga lulus cumlaude baik S1 maupun S2, apalagi S2 jadi lulusan terbaik,” bebernya pada Okezone beberapa waktu lalu.
Berbekal modal ini, Maya tidak kesulitan mendapatkan pekerjaan selepas S2 meski belum punya pengalaman kerja profesional. Lulusan double degree Universitas Padjadjaran dan master dari Universitas Indonesia ini berhasil menyisihkan sekitar 2000-an peserta untuk menjadi delapan orang terpilih pada seleksi penerimaan pegawai baru IBM. IBM merupakan perusahaan IT terbesar di dunia.
“Tapi sebenarnya lulusan S2 zero experience dengan S1 zero experience tidak ada bedanya di dunia kerja. Jadi, tidak boleh pikir begitu lulus S2 dengan zero experience, berarti bisa dapat gaji lebih tinggi. Karena jarang sekali perusahaan yang membedakan gaji berdasarkan gelar. Apalagi perusahaan multinasional. Kalau PNS mungkin saja. Banyak orang yang salah kaprah,” lanjutnya.