Maya merupakan langganan juara. Prestasi akademisnya ditorehkan dengan menjadi juara kelas, juara umum, juara DKI Jakarta kompetisi matematika, fisika, kimia, serta juara nasional cerdas cermat. Kuliah di dua jurusan berbeda, meraih predikat cumlaude, dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik pascasarjana Universitas Indonesia, hingga memiliki meraih kesuksesan di IBM dan Microsoft bukan berarti tanpa rintangan.
“Prinsip saya everything happen for a reason. Karena dalam melakukan sesuatu, saya selalu mengusahakan yang terbaik. Gagal pasti sering. Agak tidak tepat sebenarnya kalau karier saya dibilang mulus sebab jatuh bangunnya banyak sekali. Tapi makin sering gagal justru makin bagus. Orang bisa punya mental kuat karena dia sering gagal,” tegasnya saat berbincang dengan Okezone.
Macam-macam kegagalan yang dirasakan Maya. Mulai dari gagal diterima di ITB sebagai pilihan pertama UMPTN, gagal tender, karier diserobot, hingga menghadapi haters alias orang-orang yang sirik padanya.