Ia pun ikut membenarkan kemampuan indera keenam Deandra tersebut dan mengatakan bahwa hal-hal gaib masih sering ditemui di bangunan tua ini. “Bahkan beberapa orang suka melihat ada anak kecil Belanda sedang bermain di lokomotif tua berwarna hitam yang sengaja dipasang di dekat pintu masuk Lawang Sewu,” kata Masuhartono.
Ada lagi kejadian menarik lainnya seperti dituturkan Masuhartono. Saat itu usai maghrib ada pengunjung datang ke Lawang Sewu dan setelah sekian lama berkeliling gedung, ingin pulang. Namun anehnya salah satu kakinya tak bisa melangkah seperti ada yang menggenggam dan si tamu pun ketakutan. Setelah dibacakan doa-doa, boleh percaya atau tidak, pengunjung itupun sudah bisa berjalan normal lagi dan meninggalkan Lawang Sewu dengan muka ketakutan.
“Boleh percaya atau tidak, memang banyak kejadian aneh di sini. Terpenting kita tak boleh sombong dan sok berani serta niat kita datang ke sini hanya ingin mempelajari sejarah saja,” kata dia.
Untuk menghormati yang meninggal di Lawang Sewu pada saat itu, pengelola gedung menanam sejumlah pohon kamboja di halaman tengah Lawang Sewu. Terlepas dari kebenaran cerita-cerita mistis tersebut, masyarakat saat berkunjung ke Kota Semarang disarankan bisa datang ke gedung tua itu sekedar melihat perjalanan pembangunan kereta api di Jawa.
Masyarakat yang berminat mengunjungi Lawang Sewu bisa datang pada waktu buka, yaitu 07.00-21.00WIB setiap harinya. Harga karcis untuk dewasa Rp10.000 per orang, anak-anak (3-12 tahun) Rp5.000 per orang dan pelajar Rp5.000 per orang. Apabila ingin menggunakan jasa pemandu wisata bisa sewa Rp30.000 per orang.
(Yogi Cerdito)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.