Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Sejarah Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Salman Mardira , Jurnalis-Minggu, 19 Juli 2015 |16:55 WIB
Kisah Sejarah Masjid Raya Baiturrahman Aceh
Masjid Baiturrahman di Aceh (Foto: Salman Mardira/Okezone)
A
A
A

Menurut Iskandar Norman, jurnalis yang konsen dengan isu sejarah dan budaya Aceh,

Mesjid Raya Baiturrahman bukan hanya sebagai tempat peribadatan, tapi juga pernah menjadi pusat pendidikan dan perabadan Islam setara perguruan tinggi.

"Berbagai kajian ilmu dilakukan di 17 fakultas (daar). Hal yang kemudian membuat Aceh menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara," katanya.

Kejayaan Baiturrahman sebagai pusat pendidikan, kata dia, terjadi dari awal abad 14 hingga 17. Puncak kedigdayaannya dipercaya pada masa Iskandar Muda yang pernah menempatkan Kerajaan Aceh dalam lima Kerajaan Islam terkuat di dunia kala itu.

Baiturrahman memasuki masa kelam saat Belanda mulai menginvansi Aceh dengan lebih 2.000 tentaranya. Pada agresi militer pertama, April 1873, terjadi perang sengit antara pasukan Aceh yang mati-matian mempertahankan masjid, dengan serdadu Belanda di sana. Mayor Jenderal Kohler yang memimpin agresi Belanda tewas ditangan pasukan Aceh.

Lokasi tewasnya Kohler kini telah dibangun prasasti tepat di dekat pintu gerbang kanan Masjid Raya Baiturrahman, atau di bawah pohon rindang. Makamnya sendiri ada di kerkhof, sekitar dua kilometer selatan Baiturrahman.

Gagal dalam agresi pertama, Belanda melakukan serangan kedua dengan kekuatan jauh lebih besar. Di bawah pimpinan Mayjen van Swieten, serangan kali ini berhasil merebut Masjid Raya Baiturrahman.

Belanda yang murka kemudian membakar habis masjid ini. "Pembakaran itu dilakukan oleh pasukan pimpinan Van Swieten pada 6 Januari 1874. Saat itu pasukan Aceh di bawah pimpinan Tuanku Hasyim Banta Muda dan Teungku Imum Lueng Bata tidak dapat mempertahankan mesjid raya," sebut Iskandar Norman.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement