Setelah itu, Menara Dharahara dibangun kembali sebelum akhirnya diruntuhkan gempa dahsyat satu abad kemudian, tepatnya pada 1934. Setelah gempa dahsyat tersebut, Menara Dharahara dibangun kembali dengan gaya perpaduan Asia dan Eropa, tetapi dengan Dewa Shiva dari Hindu yang bertengger di puncak menara.
Sebelum gempa dahsyat 7,9 skala richter kembali mengguncang Sabtu lalu, Menara Dharahara merupakan situs wisata bersejarah populer di Nepal. Dilaporkan, sebanyak 200 orang berada di dalam bangunan saat tragedi gempa tersebut terjadi.
Kini, reruntuhan bangunan yang berada di Selatan Pegunungan Himalaya tersebut dipadati orang-orang yang membantu mengevakuasi korban. Mereka berdatangan untuk menarik tubuh-tubuh manusia yang mungkin masih tertimbun di bawah reruntuhan Menara Dharahara.
(Yogi Cerdito)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.