NEPAL - Menara Dharahara merupakan salah satu objek wisata yang hancur saat gempa dahsyat mengguncang Nepal, Sabtu 25 April 2015. Seorang saksi mata bercerita sesaat sebelum gempa merobohkan Menara Dharahara.
Dharmu Subedi yang baru saja akan masuk Menara Dharahara menceritakan kejadian mengerikan sesaat sebelum gempa. Pria berusia 36 tahun tersebut baru saja membeli tiket masuk menara, namun tiba-tiba merasakan guncangan yang hebat.
"Saya baru saja membeli tiket untuk masuk menara dan tiba-tiba merasakan guncangan. Dalam beberapa menit, Dharahara telah hancur menyatu dengan tanah dan mungkin lebih dari 100 orang masih berada di dalam," ceritanya dari tempat tidur Rumah Sakit Kathmandu yang dikutip Nationalpost, Selasa (28/4/2015).
Bukan pertama kalinya bangunan yang awal berdirinya berfungsi sebagai menara pengawas militer pada abad ke-19 ini hancur akibat gempa. Setelah berdiri setahun, bangunan dengan menara berarsitektur Islam ini runtuh akibat diguncang gempa pada 1833.
Setelah itu, Menara Dharahara dibangun kembali sebelum akhirnya diruntuhkan gempa dahsyat satu abad kemudian, tepatnya pada 1934. Setelah gempa dahsyat tersebut, Menara Dharahara dibangun kembali dengan gaya perpaduan Asia dan Eropa, tetapi dengan Dewa Shiva dari Hindu yang bertengger di puncak menara.
Sebelum gempa dahsyat 7,9 skala richter kembali mengguncang Sabtu lalu, Menara Dharahara merupakan situs wisata bersejarah populer di Nepal. Dilaporkan, sebanyak 200 orang berada di dalam bangunan saat tragedi gempa tersebut terjadi.
Kini, reruntuhan bangunan yang berada di Selatan Pegunungan Himalaya tersebut dipadati orang-orang yang membantu mengevakuasi korban. Mereka berdatangan untuk menarik tubuh-tubuh manusia yang mungkin masih tertimbun di bawah reruntuhan Menara Dharahara.
(Yogi Cerdito)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.