MENJADI seorang chef di kapal pesiar pernah terucap sebagai cita-cita seorang Sarwosri Isra. Namun, kini cita-cita itu tinggal impian yang mengawang bagi perempuan yang akrab disapa Chef Aiko ini.
"Kerja di kapal itu cita-cita aku waktu aku masih umur 23 tahun, tapi kayaknya sekarang agak susah ya (untuk diwujudkan)," kata Aiko sambil memandang langit-langit atap sebuah restoran cepat saji di bilangan Jakarta Selatan, tempat Okezone berbincang dengannya, beberapa waktu lalu.
Dulu, keinginan anak ketiga dari lima bersaudara itu masih sangat menggebu-gebu, untuk melebarkan sayapnya menjadi seorang koki sampai ke luar negeri. Sekarang pun masih, tapi Aiko memilih untuk berkarya di negeri sendiri.
Disinggung mengapa tiga tahun lalu dirinya tidak menyegerakan cita-citanya, wanita 26 tahun ini mengaku, kesiapan mental adalah kendala utamanya. Aiko mengaku tidak memiliki mental yang kuat untuk berlama-lama di negeri orang dan jauh dari orangtua serta kerabat.
"Mentalku enggak kuat, mikirnya kalau habis pelatihan berarti kan harus kerja di kapal dan itu bisa makan waktu lama di luar (negeri), jauh dari keluarga," kenang Aiko.
Tidak hanya itu saja. Kontrak kerja di sejumlah stasiun televisi yang datang bertubi-tubi padanya, membuat perempuan berdarah Jepang ini akhirnya lebih memilih bekerja di Indonesia, tanah kelahirannya.