Advertisement
Advertisement

Anak Siap Hadapi Tantangan dengan Gizi Seimbang

SINDO , Jurnalis-Senin, 28 Mei 2012 |09:14 WIB
Anak Siap Hadapi Tantangan dengan Gizi Seimbang
Anak makan sehat (Foto: Corbis)
A
A
A

DENGAN asupan gizi yang seimbang, anak lebih mudah menghadapi segala perubahan dan tantangan zaman. Anak pun pantas disebut life ready, siap berkompetensi secara individu dan sosial.

Sebenarnya apa hubungan antara globalisasi dan gizi? Ternyata, hubungannya sangat terkait. Era globalisasi telah mengantarkan seluruh masyarakat Indonesia menghadapi berbagai macam tantangan dunia. Salah satu tantangannya adalah menghadapi kompetensi global.

Tidak aneh jika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, dalam pidatonya pada Hari Pendidikan Nasional, mengangkat bangkitnya generasi emas menuju 2045, 100 tahun Indonesia. Pemerintah sudah mempunyai rencana utama hingga 2045 untuk pendidikan di Indonesia, terutama pendidikan anak usia dini (PAUD).

Menurut spesialis gizi medik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr Saptawati Bardosono MSc, sebagai orangtua, kita harus menghadapi segala perubahan dan tantangan ini. Perubahan dan tantangan global ini semakin menuntut dipenuhinya asupan energi dan zat gizi yang lengkap dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan anak.
 
“Anak dengan kompetensi individu dan sosial merupakan anak life ready. Anak yang diharapkan mampu menjawab tantangan global. Untuk mewujudkan kompetensi individu dan sosial, sangat diperlukan asupan energi dan zat gizi yang lengkap dan seimbang,” kata dia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Energi dan zat gizi, terang dia, dibutuhkan agar mereka memiliki modal untuk berpikir, beraktivitas, dan memiliki perkembangan kecerdasan dan emosional yang sesuai dengan usia tumbuh kembangnya. Usia balita merupakan masa terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental seorang anak. Saptawati menuturkan, pemenuhan energi dan berbagai zat gizi esensial selama masa emas anak tentunya akan mendukung tumbuh-kembang anak yang optimal dan mencegah terjadinya masalah kekurangan gizi pada usia ini yang bersifat irreversible (tidak dapat pulih) yang akan terus berdampak positif sampai usia berikutnya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, pemenuhan kebutuhan akan zat gizi, pemeliharaan kesehatan, memfasilitasi perkembangan emosi dan kognisi, serta pemberian pendidikan merupakan fondasi yang paling mendasar untuk membentuk anak life ready di masa depannya.

“Peran orangtua sangat penting dalam penyediaan zat gizi yang lengkap dan seimbang dari makanan dan minuman anak bagi anak life ready,” imbuh Saptawati.

Menurut dia, pola makan sehat bagi anak harus sejak dini dibentuk, tidak bisa ditawar lagi. Kuncinya, orangtua harus kreatif dan ulet dalam mengenalkan kebiasaan makan sehat pada anak agar terpenuhi standar gizi seimbang. Ada tiga hal yang harus diperhatikan bagi para orangtua, khususnya ibu, dalam membentuk pola makan sehat bagi anak.

Pertama, jumlah. Makan sesuai dengan kebutuhan energi dan zat gizi anak menurut usia dan kondisi. Lalu, jenis yang beragam. Biasakan menyediakan dan makan makanan beraneka ragam, yang meliputi makanan pokok sebagai sumber energi, lauk-pauk sebagai sumber protein dan lemak, sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral, serta susu sebagai sumber protein dan kalsium.

United States Department of Agricultures (USDA) mengeluarkan ikon baru piring nutrisi (my plate) sebagai pengganti piramida gizi. Hal ini mengukuhkan bahwa susu bukanlah pelengkap, melainkan bagian penting dari pola makan sehat bagi segala usia, mulai anak di atas satu tahun sampai orang dewasa bahkan manula.

“Begitu besar peranan susu bagi kesehatan karena mengandung komponen nutrisi lengkap,” tutur Saptawati. Dan hal penting terakhir yang mesti diperhatikan adalah jadwal. Orangtua harus membuat jadwal makan yang teratur untuk memastikan asupan energi dan zat gizi di setiap waktu tertentu.
 
Saptawati mengemukakan, jika orangtua ingin memberikan pola asuh makan yang sesuai dengan gizi seimbang pada anak untuk menciptakan anak life ready, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya, pengetahuan gizi yang memadai. Ibu yang memiliki pengetahuan gizi yang baik akan mampu memberikan pola asuh makan yang baik pula.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement