SUDAH menjadi agenda rutin setiap bulan untuk Moms membawa bayi ke pusat kesehatan seperti posyandu. Nah, program posyandu bulan ini adalah pemberian vitamin A bentuk tetes. Perlu enggak sih anak seusia Nehra diberikan vitamin A? Apa saja fungsi vitamin A?
Mengenai hal itu, Dr Rahmat Sentika, SpA dari RS Premier Bintaro memberi penjelasannya.
Perlu diperhatikan Moms, pemberian vitamin A ini harus sesuai dengan dosis dan usia anak. WHO menetapkan kadar pemberian vitamin A berdasarkan usia. Untuk bayi usia 0-6 bulan direkomendasikan 3 X 50.000 IU, bayi usia 6-11 bulan diberikan kapsul vitamin A berwarna biru, dosisnya 100.000 IU.
Sedangkan anak usia 1-5 tahun diberikan kapsul berwarna merah dengan dosis 200.000 IU (1 tetes). Pemberian vitamin A ini biasanya dilakukan melalui puskesmas atau posyandu, setiap enam bulan sekali.
Sumber Vitamin A
Prinsipnya, vitamin A tidak bisa diproduksi oleh tubuh, jadi harus dipenuhi dari luar, melalui makanan atau dari luar makanan seperti vitamin A berupa kapsul atau tetes.
Adapun bentuk vitamin A, pertama, bentuk jadi vitamin A (retinol) yang terdapat pada minyak ikan, hati, kuning telur dan mentega. Kedua, bentuk provitamin A (karatenoid) yang terdapat dalam sayur-sayuran berwarna hijau tua dan beberapa buah berwarna jingga. Jenis provitamin A ini akan diubah menjadi vitamin A aktif di dalam usus.
Sumber vitamin A dapat ditemui pada bayam, daun singkong, pepaya matang yang berwarna jingga, hati dan kuning telur. Air Susu Ibu (ASI) juga merupakan sumber vitamin A yang paling baik untuk bayi.
Fungsi Vitamin A
Pemberian vitamin A bertujuan untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah terjadinya kebutaan. Fungsi lain adalah sebagai pengaktif metabolisme sehingga dapat memperbaiki elastisitas kulit dan epitel. Pemberian vitamin A untuk mencegah agar kulit tidak menjadi keriput. Sehingga kulit menjadi lebih halus.
Jika Berlebihan atau Kekurangan
Meski vitamin A baik untuk kesehatan, tapi jika asupannya berlebih bisa menyebabkan keracunan karena tidak larut dalam air. Kelebihan vitamin A juga dapat menyebabkan kulit menjadi lebih tebal dan mengganggu perkembangan ginjal - pada anak-anak kerja ginjal belum begitu kuat.
Sedangkan bila kekurangan vitamin A, anak akan mudah terkena infeksi dan terancam mengalami rabun senja, mata menjadi kering - selaput lendir dan selaput bening mata mengalami kekeringan.
Dan bila dibiarkan, akan menyebabkan penebalan selaput lendir, berlipat-lipat, dan berkerut, tampak bercak putih seperti busa sabun (bercak Bitot). Selanjutnya selaput bening mata akan mengalami perlukaan dan akhirnya bisa mengakibatkan kebutaan permanen yang tidak bisa dipulihkan lagi.
Penyebab Defisiensi Vitamin A
- Mengasup makanan yang mengandung vitamin A kurang atau rendah.
- Rendahnya konsumsi vitamin A dan provitamin A pada BuMil sampai melahirkan akan memberikan kadar vitamin A yang rendah pada ASI.
- MPASI yang kurang mencukupi kebutuhan vitamin A.
- Gangguan absorbsi vitamin A atau provitamin A (penyakit pankreas, diare kronik).
- Gangguan konversi provitamin A menjadi vitamin A pada gangguan fungsi kelenjar tiroid.
- Kerusakan hati (kwashiorkor, hepatitis kronik). (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie)
(Chaerunnisa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.