Menurut dr. Priyanka Singh, penggunaan produk tersebut secara terus-menerus juga dapat menyamarkan masalah kesehatan yang sebenarnya menjadi penyebab mata merah. Karena itu, obat tetes mata sebaiknya tidak digunakan hanya untuk menghilangkan kemerahan tanpa mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.
Obat tetes mata yang mengandung steroid juga perlu digunakan dengan hati-hati dan tidak boleh menjadi pilihan untuk pengobatan mandiri. Penggunaan steroid tanpa pengawasan dokter dapat menyamarkan infeksi sekaligus memperburuk kondisi tertentu pada mata.
Jika digunakan secara tidak tepat atau dalam jangka panjang, obat tetes steroid juga dapat meningkatkan risiko glaukoma dan katarak.
Mata merah dan berair tidak selalu menandakan adanya infeksi bakteri. Keluhan tersebut bisa disebabkan oleh infeksi virus maupun alergi yang membutuhkan penanganan berbeda.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan bahwa antibiotik tidak efektif untuk mengatasi konjungtivitis yang disebabkan oleh virus.
Ujung botol obat tetes mata bisa terkontaminasi apabila menyentuh mata, jari, atau permukaan lainnya. Kondisi ini berisiko membuat produk tidak lagi steril.