Studi Ungkap 23 dari 26 Peserta dengan Obesitas Mengalami Penurunan Lemak Hati

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Jum'at 23 Oktober 2026 22:01 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA – Sebanyak 23 dari 26 peserta dengan obesitas yang memiliki penumpukan lemak hati pada awal penelitian mengalami penurunan kadar lemak hati hingga di bawah 5 persen setelah 72 minggu penggunaan semaglutide. Temuan ini berasal dari analisis lanjutan studi STEP UP yang meneliti obat pengelolaan berat badan yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Novo Nordisk dan dipasarkan dengan merek Wegovy.

Hasil tersebut menunjukkan perubahan kadar lemak hati pada sebagian peserta yang menggunakan semaglutide. Namun, penurunan lemak hati tidak serta-merta membuktikan bahwa obat tersebut dapat menyembuhkan penyakit hati atau memperbaiki seluruh kerusakan organ tersebut.

Hasil analisis ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan European Association for the Study of Diabetes (EASD) 2026 di Milan, Italia.

Kadar Lemak Hati Turun Setelah 72 Minggu

Berdasarkan laporan Medical Daily pada 3 Oktober 2026, analisis tersebut melibatkan 55 peserta dengan obesitas tanpa diabetes yang menjalani pemeriksaan kadar lemak hati. Dari jumlah itu, 26 peserta diketahui memiliki kadar lemak hati lebih dari 5 persen pada awal penelitian.

Setelah menjalani pengamatan selama 72 minggu, sebanyak 23 peserta atau sekitar 88,5 persen dari kelompok tersebut memiliki kadar lemak hati di bawah 5 persen.

Rata-rata kadar lemak hati pada kelompok yang dianalisis juga turun dari 8,8 persen menjadi 3,1 persen.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan magnetic resonance imaging-proton density fat fraction (MRI-PDFF), metode pencitraan yang digunakan untuk memperkirakan kandungan lemak di hati tanpa mengambil sampel jaringan melalui biopsi.

Dr. Eric Lawitz dari Texas Liver Institute dan University of Texas Health San Antonio menyatakan bahwa hasil analisis menunjukkan penurunan lemak hati yang berkaitan dengan kondisi kesehatan hati secara keseluruhan yang lebih baik pada orang dewasa dengan obesitas.

Meski demikian, hasil tersebut perlu dipahami sesuai dengan cakupan pemeriksaan yang dilakukan. Penurunan kadar lemak hati merupakan salah satu indikator, bukan bukti langsung bahwa peradangan atau kerusakan jaringan hati turut membaik.

Hasil Penelitian Masih Memiliki Keterbatasan

Semaglutide merupakan zat aktif dalam Wegovy, obat yang digunakan untuk membantu pengelolaan berat badan. Dalam analisis STEP UP tersebut, peserta menggunakan semaglutide dosis 2,4 miligram dan 7,2 miligram.

Namun, laporan yang tersedia tidak merinci hasil penurunan lemak hati berdasarkan masing-masing dosis. Hasil pemeriksaan lemak hati pada kelompok plasebo juga tidak disajikan sebagai pembanding dalam analisis yang dilaporkan.

Selain itu, analisis tersebut bersifat post hoc atau analisis tambahan terhadap data penelitian yang sudah tersedia. Dengan demikian, hasilnya perlu ditafsirkan secara hati-hati dan belum cukup untuk memastikan seberapa besar perubahan lemak hati yang secara khusus disebabkan oleh pengobatan.

Angka 23 dari 26 peserta juga hanya menggambarkan kelompok yang memiliki kadar lemak hati berlebih pada awal penelitian. Hasil tersebut tidak dapat langsung diterapkan kepada seluruh peserta STEP UP maupun semua orang yang menggunakan Wegovy.

Penurunan Lemak Hati Bukan Berarti Penyakit Sembuh

Penumpukan lemak di hati dapat berkaitan dengan obesitas, resistensi insulin, dan diabetes tipe 2. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat berkembang menjadi metabolic dysfunction-associated steatohepatitis (MASH), yaitu penyakit yang ditandai penumpukan lemak disertai peradangan dan kerusakan sel hati.

Jika berlangsung dalam jangka panjang, kerusakan hati dapat menyebabkan fibrosis atau pembentukan jaringan parut. Pada kondisi yang lebih berat, penyakit dapat berkembang menjadi sirosis.

Karena itu, kadar lemak hati yang turun hingga di bawah 5 persen tidak otomatis menunjukkan bahwa seseorang terbebas dari penyakit hati. Pemeriksaan tambahan dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut juga diikuti perbaikan peradangan, pengurangan fibrosis, atau manfaat klinis jangka panjang.

Temuan STEP UP ini memberikan informasi tambahan mengenai perubahan lemak hati pada peserta dengan obesitas yang menggunakan semaglutide. Namun, penelitian lanjutan tetap dibutuhkan untuk memastikan dampaknya terhadap berbagai aspek kesehatan hati.

Orang dengan obesitas atau diabetes tipe 2 dapat berkonsultasi dengan tenaga medis mengenai risiko penyakit hati berlemak dan kebutuhan pemeriksaan. Hasil penelitian ini bukan dasar untuk mulai menggunakan Wegovy atau mengubah dosis obat tanpa arahan dokter.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya