Tidak hanya itu, Kudus punya Garang Asem dengan kuah yang pedas segar di lidah, Lentog Tanjung yang gurih khas Desa Tanjungkarang, hingga Sate Kerbau empuk bernuansa manis-gurih, menjadi menu wajib recharge energi bagi para wisatawan maupun atlet. Makin memikat, kekayaan cita rasa ini bakal sempurna dengan menyeruput Kopi Muria—kopi robusta khas lereng gunung yang diproses secara tradisional.
Lompatan Kudus menjadi destinasi sports tourism didukung rekam jejak yang solid dalam menyelenggarakan berbagai event olahraga skala regional, nasional, bahkan internasional. Sudah lama dikenal sebagai "kawah candradimuka" dan jantung prestasi bulu tangkis Indonesia melalui keberadaan PB Djarum, Kudus kini membuktikan kapasitasnya untuk berbagai cabang olahraga lain.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan berbagai stakeholder termasuk pihak swasta, menjadi kunci dalam memacu pertumbuhan Kudus sebagai destinasi sport tourism.
"Dampak yang terjadi sangat luar biasa, sports tourism ini memberikan efek domino yang nyata bagi Kabupaten Kudus. Melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga, kami ingin menunjukkan bahwa Kudus siap menjadi bagian penting dalam pengembangan sports tourism Indonesia yang menggerakkan perekonomian warga lokal," kata Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.
Bagi para pecinta petualangan dan kegiatan outdoor, Kudus memang menawarkan pengalaman yang tiada duanya. Bentang alam Gunung Muria menghadirkan pesona visual sekaligus tantangan fisik. Hutan pinus yang rindang, udara pegunungan yang sejuk, serta topografi yang dramatis menjadikan kawasan Muria sebagai panggung utama untuk berbagai aktivitas leisure & adventure.