JAKARTA – Sebuah tempat yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO biasanya mendapat perhatian lebih besar dari masyarakat internasional. Bangunan bersejarah, kota kuno, hingga kawasan alam yang memiliki nilai penting bisa semakin dikenal dan menarik lebih banyak wisatawan.
Namun, status Warisan Dunia UNESCO bukan sekadar pengakuan atau cara untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Penetapan ini juga membawa tanggung jawab besar bagi negara tempat situs tersebut berada, terutama dalam menjaga dan melestarikan nilai sejarah, budaya, maupun alamnya.
Melansir Hindustan Times, sebuah tempat harus memiliki Outstanding Universal Value atau Nilai Universal Luar Biasa agar dapat masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Artinya, tempat tersebut punya nilai penting yang tidak hanya berarti bagi satu negara, tetapi juga bagi masyarakat dunia.
Ada 10 kriteria yang digunakan UNESCO untuk menilai kelayakan sebuah situs. Kriteria tersebut mencakup warisan budaya dan alam, mulai dari karya arsitektur yang luar biasa, tradisi bersejarah, hingga lanskap alam dan proses ekologis yang penting.
Salah satu perubahan yang mungkin terjadi setelah sebuah tempat mendapat status Warisan Dunia UNESCO adalah meningkatnya perhatian wisatawan internasional. Pengakuan tersebut bisa membuat suatu destinasi semakin populer dan membuka peluang bagi usaha lokal, seperti hotel, restoran, serta penyedia jasa wisata.