Vitamin C dan E untuk Melawan Radikal Bebas, Ini Manfaat dan Sumber Alaminya

Djanti Virantika, Jurnalis
Selasa 20 Oktober 2026 12:15 WIB
Vitamin C dan E untuk Melawan Radikal Bebas. (Foto: Freepik)
Share :

3. Bagaimana Vitamin C dan E Bekerja Sama?

Vitamin C dan E memiliki peran antioksidan yang saling melengkapi. Vitamin C bekerja terutama dalam lingkungan berair, sedangkan vitamin E melindungi komponen lemak, termasuk membran sel.

Ketika vitamin E menetralkan radikal bebas, vitamin tersebut dapat mengalami perubahan bentuk selama proses reaksi. Vitamin C dapat membantu mengembalikan vitamin E ke bentuk aktifnya sehingga dapat kembali menjalankan fungsi antioksidan.

Kerja sama ini merupakan bagian dari sistem pertahanan antioksidan tubuh. Namun, bukan berarti semakin banyak vitamin C dan E yang dikonsumsi, semakin besar pula perlindungan yang diperoleh.

Tubuh membutuhkan vitamin dalam jumlah yang sesuai. Konsumsi berlebihan, khususnya melalui suplemen dosis tinggi, tidak selalu memberikan manfaat tambahan dan justru dapat menimbulkan risiko kesehatan.

4. Apakah Vitamin C dan E Bisa Mencegah Penuaan?

Radikal bebas dan stres oksidatif diketahui berperan dalam berbagai proses biologis yang berkaitan dengan penuaan. Karena itu, vitamin C dan E sering dikaitkan dengan upaya menjaga kesehatan kulit dan jaringan tubuh.

Vitamin C dibutuhkan untuk pembentukan kolagen, protein yang membantu mempertahankan struktur dan kekuatan kulit. Sementara itu, vitamin E membantu melindungi komponen lemak pada membran sel dari oksidasi.

Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti konsumsi suplemen vitamin C dan E dapat menghentikan penuaan atau menghilangkan kerutan. Bukti mengenai manfaat tambahan suplemen antioksidan untuk memperlambat penuaan pada orang yang sudah mendapatkan nutrisi cukup masih terbatas.

Cara yang lebih tepat adalah memenuhi kebutuhan vitamin melalui pola makan seimbang, menggunakan perlindungan terhadap sinar ultraviolet, tidak merokok, serta menjaga kebiasaan hidup sehat.

5. Lebih Baik dari Makanan atau Suplemen?

Bagi kebanyakan orang, memenuhi kebutuhan vitamin C dan E melalui makanan merupakan pilihan yang baik. Buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak nabati tidak hanya mengandung vitamin, tetapi juga menyediakan serat serta nutrisi lain yang mendukung kesehatan.

Suplemen dapat dipertimbangkan jika kebutuhan nutrisi sulit dipenuhi melalui makanan atau terdapat kondisi tertentu yang meningkatkan risiko kekurangan vitamin. Namun, penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan individu dan arahan tenaga kesehatan.

Vitamin C dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti diare dan kram perut, serta meningkatkan risiko batu ginjal pada sebagian orang yang rentan. Sementara itu, vitamin E dosis tinggi dapat meningkatkan risiko perdarahan, terutama pada orang yang menggunakan obat pengencer darah.

Oleh karena itu, suplemen antioksidan tidak sebaiknya dikonsumsi dalam dosis tinggi hanya dengan tujuan melawan radikal bebas.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya