Kualitas Udara Jakarta Lagi Tak Menentu, dr. Tirta Bagikan Tips Aman buat Pelari

Djanti Virantika, Jurnalis
Selasa 20 Oktober 2026 17:05 WIB
dr. Tirta beri tips aman buat pelari jelang JRF 2026 akhir pekan ini. (Foto: Instagram/@dr.tirta)
Share :

4. Turunkan Pace jika Mulai Sesak Napas

Saat perlombaan berlangsung, pelari perlu memperhatikan respons tubuh terhadap intensitas lari. Jika mulai merasa sesak napas atau kesulitan mempertahankan ritme, jangan memaksakan diri untuk terus berlari dengan pace yang sama.

Segera kurangi intensitas. Jika sesak napas terasa berat, tidak membaik setelah berhenti, atau disertai nyeri dada, pusing, maupun hampir pingsan, hentikan aktivitas dan cari pertolongan medis.

Mengenali batas kemampuan tubuh merupakan bagian penting dari persiapan lomba, termasuk bagi pelari yang sudah rutin berlatih.

5. Pelari dengan Riwayat Asma dan Penyakit Jantung Perlu Waspada

Bagi peserta yang memiliki riwayat asma atau penyakit jantung, dr. Tirta menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Kondisi lingkungan yang panas, lembap, atau memiliki kualitas udara buruk dapat menambah tantangan bagi sebagian orang dengan kondisi tersebut.

Sebelum mengikuti lomba, konsultasikan kesiapan berolahraga dengan dokter. Pelari dengan asma juga perlu mengikuti rencana penanganan yang telah direkomendasikan tenaga medis.

6. Jangan Terlalu Memaksakan Heart Rate demi Personal Best

Bagi peserta yang mengikuti kategori half marathon (HM) dan full marathon (FM), pengaturan intensitas sejak awal lomba menjadi hal penting. dr. Tirta mengingatkan bahwa ketika kualitas udara kurang baik, suhu hangat, dan kelembapan tinggi, pelari sebaiknya menurunkan intensitas sejak awal agar detak jantung tidak meningkat terlalu tinggi.

dr. Tirta juga menyoroti risiko kelelahan ketika pelari terlalu cepat memasuki zona detak jantung 4 dan 5. Pada intensitas tinggi, tubuh menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi dengan lebih cepat sehingga cadangan glikogen otot dapat terkuras lebih cepat.

Karena itu, jangan hanya berpatokan pada angka pace. Perhatikan pula detak jantung, tingkat kelelahan, dan kemampuan mempertahankan usaha sepanjang perlombaan.

“Jika kondisi di lapangan ternyata lebih berat daripada perkiraan, menyesuaikan target waktu merupakan pilihan yang lebih bijak daripada memaksakan diri,” jelas dr. Tirta.

“Jika semakin awal HR sudah masuk zona 4 dan 5, jujur glikogen pada otot cepet buoros dan otot cepat lelah. Turunkan effort, meskipun sebenarnya pace mu di luar target,” sambungnya.

7. Tidak Mendapat Personal Best Bukan Berarti Gagal

Salah satu pesan penting dari dr. Tirta adalah tidak perlu menyalahkan diri sendiri jika hasil perlombaan tidak sesuai target.

Ada sejumlah faktor yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan pelari, seperti kualitas udara, suhu, dan kelembapan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi performa meskipun persiapan latihan sudah dilakukan dengan baik.

Karena itu, keberhasilan mengikuti lomba tidak harus selalu diukur dari tercapainya personal best. Menyelesaikan perlombaan dengan mempertimbangkan kondisi tubuh juga merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.

Pada akhirnya, dr. Tirta mengingatkan para pelari untuk merayakan apa pun hasil perlombaan dan selalu mendengarkan sinyal tubuh sebelum memutuskan untuk meningkatkan intensitas.

Sebab, target waktu memang penting, tetapi kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas. Tidak ada catatan waktu yang lebih berharga daripada bisa menyelesaikan hari dengan selamat dan kembali ke rumah untuk bertemu keluarga.

“Jika nanti hasil race di JRF tidak Personal Best, gpp. Bukan salahmu, bukan salah latihanmu, bukan salah siapa-siapa,” tutur dr. Tirta.

“Emang ada beberapa faktor yang gak bisa kontrol: AQI, humidity, dan suhu.  Apa pun itu, rayakan. Selalu listen to your body sebelum “push your limit”. Karena finis sebaik2nya adalah finish di rumah bertemu keluarga,” tutupnya.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya