3 Makanan yang Pantang Diberikan untuk Bayi di Bawah 2 Tahun, Apa Saja?

Niko Prayoga , Jurnalis
Rabu 14 Oktober 2026 18:05 WIB
Ilustrasi makanan yang pantang untuk bayi di bawah 2 tahun. (Foto: dok azerbaijan_stockers/Magnific)
Share :

JAKARTA - Niat hati ingin memberikan asupan gizi terbaik untuk si kecil, tetapi tak semua makanan bisa diberikan untuk bayi di bawah 2 tahun. Tahukah Moms and Dads bahwa ada beberapa jenis makanan yang justru menyimpan risiko bahaya bagi mereka? Sebab, pada rentang usia ini sistem pencernaan anak masih sangat sensitif dan kemampuan mengunyahnya belum terbentuk sempurna.

Dokter spesialis anak, dr. Leonirma Tengguna, mengingatkan Moms and Dads untuk lebih cermat saat memperkenalkan makanan mendampingi ASI (MPASI) sejak usia 6 bulan hingga 2 tahun. Sebelum itu, bayi berusia di bawah 6 bulan cukup mendapatkan ASI eksklusif atau susu formula jika ada indikasi medis.

"Jangan kasih tiga makanan ini ke anak di bawah dua tahun. Niat hati kasih nutrisi terbaik, tapi ada makanan yang justru berisiko bahaya buat si kecil soalnya sistem pencernaannya masih sensitif dan kemampuan mengunyahnya belum mateng," ujar dr. Leonirma dalam unggahannya di akun Threads miliknya, dikutip Rabu (14/10/2026).

3 Makanan yang Pantang untuk Bayi di Bawah 2 Tahun

Berikut adalah tiga jenis makanan yang wajib dihindari orang tua untuk diberikan kepada anak di bawah usia 2 tahun:

1. Makanan Mentah atau Setengah Matang

Penyajian bahan makanan seperti daging, telur, dan ikan wajib dimasak hingga matang sempurna. Makanan mentah atau setengah matang rentan terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli.

"Pada bayi, infeksinya bisa lebih berat: diare hebat, demam, sampe dehidrasi. Jadi masak sampe bener-bener mateng ya, termasuk telur, kuning telur ga boleh masih cair," kata dr. Leonirma.

2. Produk Susu Tanpa Pasteurisasi

Susu segar curah yang tidak jelas proses pengolahannya, keju, atau yoghurt yang belum melalui proses pasteurisasi berpotensi membawa bakteri Listeria dan patogen berbahaya lainnya.

Untuk memastikan keamanannya, dr. Leonirma memberikan tips praktis bagi orang tua saat berbelanja produk olahan susu. "Tips: cek label 'pasteurized' atau 'pasteurisasi' di kemasan, terutama untuk keju. Jangan beli susu segar curah yang ga jelas proses pengolahannya ya," ungkap dr. Leonirma.

3. Makanan Keras dan Berukuran Kecil

Bahan makanan yang teksturnya keras atau bentuknya kecil dan bulat utuh seperti kacang tanah utuh, anggur utuh, hingga permen menjadi bahaya tersendiri karena berisiko tinggi menyebabkan anak tersedak. Jalan napas anak di usia ini masih sangat sempit.

"Bayi belum bisa mengunyah dengan baik, dan jalan nafasnya masih sempit. Ini bisa terjadi sangat cepat dan sering tanpa suara," ucapnya.

Agar momen makan tetap aman dan menyenangkan, orang tua dapat menerapkan beberapa langkah pencegahan berikut:

  • Potong buah berbentuk bulat (seperti anggur atau tomat ceri) secara memanjang atau dibagi empat bagian.
  • Kukus atau parut buah dan sayur berkategori keras, seperti apel dan wortel.
  • Olah kacang-kacangan menjadi bentuk pasta tipis atau bubuk halus, hindari menyajikannya dalam bentuk utuh.
  • Posisikan bayi duduk tegak saat makan dan pastikan selalu dalam pengawasan.

Dokter Leonirma juga mengingatkan agar anak tidak dibiasakan makan sambil berjalan atau tiduran. Selain ketiga makanan di atas, pemberian madu juga sangat dilarang untuk bayi di bawah usia satu tahun karena adanya risiko botulisme yang nyata, meskipun madu tersebut dicampur ke dalam makanan atau minuman.

"Kalo abis makan ada diare berdarah, muntah terus, demam, atau tersedak dan sulit bernapas, segera ke fasilitas kesehatan ya," kata dr. Leonirma.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya