Viral Pria di Medan Rela Hujan-hujanan 3 Jam di Kedai Mi, Ada Apa?

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Rabu 14 Oktober 2026 06:05 WIB
Pria hujan-hujanan 3 jam. (Foto: dok Instagram)
Share :

JAKARTA - Viral di media sosial video seorang pria yang bertahan di tengah hujan di depan sebuah kedai mi kawasan Medan, Sumatera Utara. Dalam video yang beredar, pria tersebut terlihat kehujanan, sementara sang pacar berusaha membujuknya agar masuk ke dalam gerai.

Kejadian itu pun sontak menuai beragam reaksi dari netizen. Banyak yang menyoroti sikap sang pria yang disebut bertahan di tengah hujan selama berjam-jam hingga tubuhnya basah kuyup.

Setelah videonya ramai diperbincangkan, perempuan yang berada dalam rekaman tersebut akhirnya buka suara. Melalui unggahan di akun TikTok @noviatejo, ia memberikan klarifikasi sekaligus menjelaskan kronologi kejadian yang menurutnya tidak sepenuhnya tergambarkan dalam video viral itu.

Klarifikasi Perempuan di Video

Ia mengaku tidak marah ataupun sakit hati dengan komentar netizen. Klarifikasi tersebut dibuat agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai masalah yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan sang pacar.

“Halo semuanya, aku ingin meluruskan sedikit tentang kejadian yang kemarin sempat ramai dibicarakan. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah memberikan komentar dan perhatian. Aku tidak marah, kecewa, ataupun sakit hati dengan komentar siapa pun. Aku hanya ingin menjelaskan kejadian yang sebenarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tulisnya.

Dalam penjelasannya, perempuan itu mengungkapkan bahwa kejadian bermula pada hari kelulusannya. Sang pacar sebenarnya ingin merayakan momen tersebut dengan membelikan buket bunga atau makanan untuknya.

Namun, ia menolak tawaran itu karena tidak ingin pacarnya mengeluarkan terlalu banyak uang. Penolakan tersebut kemudian berujung pada suasana canggung di antara mereka karena ada perasaan yang tidak tersampaikan dengan baik.

Setelah itu, sang pacar mengajaknya makan di sebuah kedai mi kawasan Tuntungan, Medan. Pria tersebut memesan makanan, tetapi perempuan itu mengatakan sedang tidak ingin makan mi.

Ia juga mengakui memiliki kebiasaan diam ketika sedang kesal atau ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Menurutnya, sikap itu mungkin membuat sang pacar merasa tidak dihargai, meski bukan itu yang ingin ia sampaikan.

“Aku memang terkadang memilih diam ketika sedang kesal atau ada sesuatu yang mengganggu pikiran. Aku sadar sikapku mungkin membuat dia merasa tidak dihargai, padahal bukan itu maksudku,” jelasnya.

Ia sempat pergi untuk mengambil uang, sesaat hujan mulai turun dan semakin deras. Setelah urusannya selesai, ia kembali ke tempat makan. Di sana, ia mendapati sang pacar berada di luar gerai dalam keadaan kehujanan.

Ia pun langsung menghampiri dan bertanya mengapa pacarnya memilih berada di luar. Pria itu menjawab bahwa dirinya ingin menenangkan diri terlebih dahulu dan baru akan masuk setelah merasa lebih tenang.

“Aku ingin dia masuk agar tidak kehujanan. Namun, aku melihat ada kamera yang merekam kami dan merasa malu karena masalah pribadi kami bisa dilihat banyak orang,” ungkapnya.

Masalah Pribadi Jadi Konsumsi Publik

Mengetahui banyak pengunjung lain yang merekamnya, wanita itu pun mengaku merasa malu. Ia menegaskan bahwa rasa malu yang dimaksud bukan karena malu memiliki pacar atau terlihat bersama pria tersebut. 

Ia hanya merasa tidak nyaman karena persoalan pribadi mereka direkam oleh orang lain. “Aku ingin menegaskan bahwa aku bukan malu memiliki dia atau malu terlihat bersamanya. Aku hanya merasa tidak nyaman karena kejadian pribadi kami direkam,” lanjutnya.

Menurut perempuan itu, sang pacar sempat menyuruhnya masuk terlebih dahulu sementara dirinya menenangkan diri di luar. Namun, ia memilih tetap berada di sana karena tidak tega meninggalkan pacarnya sendirian di tengah hujan.

Setelah itu, keduanya akhirnya berbicara baik-baik mengenai perasaan masing-masing. Mereka mencoba memahami sudut pandang satu sama lain hingga menemukan jalan keluar atas persoalan yang terjadi.

Ketika seorang karyawan meminta mereka masuk, keduanya akhirnya meninggalkan tempat tersebut. Perempuan itu menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan karena malu ataupun takut direkam, melainkan karena masalah di antara mereka sudah selesai dan mereka juga merasa kedinginan.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa pacarnya merupakan tipe orang yang suka merajuk. Menurutnya, justru dirinya yang lebih sering memilih diam ketika sedang kesal.

Di akhir klarifikasinya, perempuan itu berharap kejadian yang dialaminya bersama sang pacar bisa menjadi pengingat agar masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video di media sosial.

Ia tidak menyalahkan siapa pun atas ramainya video tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa rekaman singkat tidak selalu bisa menggambarkan keseluruhan kejadian, termasuk hal-hal yang terjadi sebelum kamera merekam dan bagaimana persoalan akhirnya diselesaikan.

Ia juga mengajak netizen agar lebih bijaksana ketika mengomentari kehidupan pribadi orang lain di media sosial. 

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya