MENANAM pohon alpukat di rumah bisa menjadi pilihan menarik bagi pencinta tanaman buah. Selain menghadirkan suasana hijau di pekarangan, pohon alpukat juga berpotensi menghasilkan buah yang dapat dinikmati bersama keluarga.
Namun, salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah berapa lama pohon alpukat bisa berbuah setelah ditanam? Waktu berbuah alpukat bergantung pada jenis bibit, kondisi lingkungan, dan perawatan yang diberikan.
Secara umum, pohon alpukat yang ditanam dari bibit hasil sambung dapat mulai berbuah dalam waktu sekitar 3–4 tahun. Sementara itu, pohon yang tumbuh dari biji membutuhkan waktu lebih lama, yakni sekitar 5–13 tahun atau bahkan lebih.
Karena itu, jika ingin memanen alpukat dari halaman rumah dalam waktu relatif singkat, pemilihan bibit menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan.
Dilansir dari Avocado Guide, menanam alpukat dari biji merupakan cara yang cukup mudah dan sering dilakukan di rumah. Biji alpukat yang telah dibersihkan dapat dikecambahkan terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke pot atau tanah di pekarangan.
Meski proses awalnya relatif sederhana, pohon alpukat dari biji membutuhkan waktu panjang untuk mencapai fase dewasa dan menghasilkan buah. Umumnya, tanaman membutuhkan sekitar 5–10 tahun, tetapi dalam kondisi tertentu waktu tersebut bisa mencapai 13 tahun atau lebih.
Selain membutuhkan kesabaran, hasil buahnya juga tidak dapat dipastikan. Tanaman yang tumbuh dari biji memiliki kombinasi genetik yang berbeda dari pohon induknya. Artinya, biji dari alpukat yang rasanya manis dan berdaging tebal belum tentu menghasilkan buah dengan karakteristik serupa.
Meski demikian, menanam alpukat dari biji tetap bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati proses pertumbuhan tanaman sejak awal.
Jika ingin pohon alpukat lebih cepat menghasilkan buah, bibit hasil sambung atau grafting dapat menjadi pilihan. Teknik sambung dilakukan dengan menggabungkan batang bawah yang memiliki sistem perakaran dengan bagian atas tanaman dari varietas yang diinginkan.
Bagian atas tersebut berasal dari tanaman yang telah dewasa secara fisiologis sehingga tidak perlu melewati fase juvenil selama tanaman dari biji. Dengan metode ini, pohon alpukat umumnya mulai berbuah sekitar 3–4 tahun setelah ditanam, meskipun waktunya dapat berbeda bergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhan.
Keuntungan lainnya adalah karakter buah lebih mudah diprediksi karena bibit berasal dari varietas tertentu. Oleh sebab itu, bibit sambung banyak dipilih oleh orang yang ingin menanam alpukat di rumah dengan tujuan mendapatkan hasil panen.
Alpukat tetap dapat tumbuh dalam pot dan berpotensi menghasilkan buah. Namun, keberhasilannya bergantung pada ukuran pot, varietas, paparan sinar matahari, kondisi akar, serta perawatan.
Jika ingin menanam alpukat di pot, pilih wadah berukuran besar dengan lubang drainase yang memadai. Pot yang terlalu kecil dapat membatasi pertumbuhan akar, sedangkan media tanam yang selalu basah berisiko menyebabkan akar membusuk.
Gunakan media tanam yang gembur dan mampu mengalirkan air dengan baik. Letakkan tanaman di tempat yang mendapatkan sinar matahari cukup, serta lakukan penyiraman ketika kondisi media mulai mengering sesuai kebutuhan.
Perlu diketahui, alpukat yang ditanam di pot, terutama di dalam ruangan, umumnya lebih sulit berbuah dibandingkan tanaman yang tumbuh di tanah terbuka. Keterbatasan ruang akar, intensitas cahaya, dan penyerbukan dapat memengaruhi produktivitasnya.
Selain jenis bibit, ada beberapa faktor yang memengaruhi waktu pohon alpukat mulai menghasilkan buah. Pertama, paparan sinar matahari Pohon alpukat membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan bunga. Karena itu, pilih lokasi penanaman yang tidak terlalu teduh.
Kedua, penyiraman dan drainase. Alpukat membutuhkan air untuk tumbuh, tetapi tidak menyukai kondisi akar yang terus-menerus tergenang. Pastikan media tanam memiliki drainase yang baik dan sesuaikan penyiraman dengan cuaca serta kondisi tanah.
Ketiga, pemupukan. Pemberian pupuk sesuai kebutuhan tanaman membantu mendukung pertumbuhan akar, batang, daun, dan pembentukan buah. Hindari pemberian pupuk secara berlebihan karena dapat mengganggu keseimbangan pertumbuhan.
Keempat, pemilihan varietas. Setiap varietas memiliki karakteristik pertumbuhan yang berbeda. Pilih bibit dari penjual tepercaya dan tanyakan mengenai varietas, asal bibit, serta perkiraan waktu mulai berbuah.
Kelima, kondisi lingkungan. Suhu, kelembapan, kondisi tanah, dan kesehatan tanaman juga berpengaruh. Tanaman yang mengalami stres akibat kekeringan, genangan, atau gangguan akar dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan dan pembungaan.
(Djanti Virantika)