Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia juga menjadi pengingat bahwa orang dengan gangguan jiwa membutuhkan dukungan, bukan penghakiman. Anggapan bahwa gangguan jiwa merupakan tanda kelemahan, kurang bersyukur, atau ketidakmampuan mengendalikan diri dapat membuat seseorang enggan mencari pertolongan.
Padahal, gangguan mental merupakan persoalan kesehatan yang dapat membutuhkan penanganan profesional. Keluarga, lingkungan kerja, sekolah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental.
Mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan dukungan emosional, serta mendorong seseorang untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater merupakan langkah yang dapat dilakukan. Jika seseorang mengalami perubahan emosi, pikiran, atau perilaku yang menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan profesional dapat membantu menentukan kebutuhan penanganan yang tepat.
Hari Kesehatan Mental Sedunia bukan hanya peringatan tahunan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kesadaran bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Memahami hubungan antara otak, tubuh, dan kondisi psikologis dapat membantu masyarakat melihat gangguan jiwa secara lebih objektif serta mengurangi stigma yang masih melekat.
(Djanti Virantika)