Mengenal Penyakit Herpes Zoster yang Dialami Winter AESPA

Djanti Virantika, Jurnalis
Selasa 06 Oktober 2026 21:05 WIB
Winter Aespa. (Foto: Instagram/@imwinter)
Share :

KABAR mengenai kondisi kesehatan Winter aespa sempat menjadi perhatian penggemar. Member girl group asal Korea Selatan tersebut diketahui mengalami herpes zoster, penyakit yang dalam bahasa sehari-hari kerap disebut cacar ular.

Lantas, apa itu herpes zoster? Apakah virus tersebut membahayakan tubuh seseorang yang menderitanya?

1. Apa Itu Herpes Zoster?

Dilansir dari Cleveland Clinic, herpes zoster merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster, yakni virus yang sama dengan penyebab cacar air. Virus tersebut dapat tetap berada di dalam tubuh setelah seseorang sembuh dari cacar air dan kembali aktif bertahun-tahun kemudian.

Meski dapat dialami siapa saja yang pernah terkena cacar air, herpes zoster lebih sering terjadi pada orang yang berusia lebih tua atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang melemah. Herpes zoster terjadi ketika virus varicella-zoster yang sebelumnya tidak aktif di dalam sel saraf kembali aktif.

Ketika aktif kembali, virus dapat mengikuti jalur saraf menuju permukaan kulit dan menyebabkan ruam yang biasanya muncul di satu sisi tubuh. Salah satu ciri khas penyakit ini adalah munculnya ruam atau lepuhan yang disertai rasa nyeri.

Namun, gejala dapat dimulai sebelum ruam terlihat. Beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain nyeri seperti terbakar atau tertusuk, kesemutan, rasa gatal, kulit menjadi kemerahan atau berubah warna, demam, menggigil, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas atau tidak enak badan. Pada sebagian orang, nyeri atau kesemutan bahkan dapat muncul beberapa hari sebelum ruam terlihat.

2. Mengapa Virus Cacar Air Bisa Muncul Lagi?

Setelah seseorang mengalami cacar air, virus varicella-zoster tidak sepenuhnya hilang dari tubuh. Virus tersebut dapat menetap dalam kondisi tidak aktif di jaringan saraf.

Dalam kondisi tertentu, virus dapat mengalami reaktivasi dan menyebabkan herpes zoster. Usia menjadi salah satu faktor risiko utama. Selain itu, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah juga memiliki risiko lebih tinggi.

Kondisi tertentu, seperti kanker, HIV, atau penggunaan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh, dapat meningkatkan risiko herpes zoster. Stres juga sering dikaitkan dengan munculnya penyakit ini, meskipun hubungan tersebut tidak selalu dapat dibuktikan secara pasti.

3. Seperti Apa Ruam Herpes Zoster?

Ruam herpes zoster biasanya muncul pada satu sisi tubuh atau wajah. Lokasinya dapat berada di dada, punggung, perut, leher, atau sekitar pinggang.

Ruam kemudian dapat berubah menjadi lepuhan berisi cairan. Dalam beberapa hari, lepuhan akan mengering dan membentuk keropeng. Proses penyembuhan biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu.

Namun, tidak semua penderita herpes zoster mengalami ruam. Kondisi ketika gejala herpes zoster muncul tanpa ruam juga dapat terjadi sehingga diagnosis terkadang lebih sulit dilakukan.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya