Perubahan yang terjadi dalam tubuh anak juga dapat memengaruhi suasana hati dan cara mereka menghadapi stres. Salah satunya adalah perubahan hormon yang terjadi selama masa pubertas.
Hormon seperti testosteron dan estrogen bekerja pada bagian otak yang mengatur emosi. Perubahan fisik selama pubertas juga dapat memengaruhi cara orang lain memperlakukan anak, misalnya meningkatnya tekanan dari teman sebaya atau perubahan pola pengasuhan.
Rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam kesehatan mental anak. Lingkungan yang membuat anak merasa dicintai, didengarkan, dan aman dapat membantu mereka membangun rasa percaya diri serta kemampuan menghadapi stres.
Sebaliknya, lingkungan yang penuh konflik, tidak menentu, atau minim dukungan emosional bisa meningkatkan risiko munculnya masalah kesehatan mental.
Pengalaman yang menyakitkan atau membuat anak merasa tidak aman juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Trauma dapat berupa kekerasan, penelantaran, perundungan, kehilangan orang yang dicintai, hingga menyaksikan kekerasan di rumah, sekolah, atau lingkungan sekitar.