Rajin Makan Buah dan Sayur tapi Masih Susah BAB? Kurang Gerak Bisa Jadi Penyebabnya

Niko Prayoga , Jurnalis
Sabtu 03 Oktober 2026 09:18 WIB
Makan buah. (Foto: Freepik)
Share :

MAKAN sayur dan buah kerap dianggap sebagai jaminan ampuh agar buang air besar (BAB) lancar. Namun, tak sedikit orang yang tetap mengeluhkan masalah pencernaan meski sudah rajin mengonsumsi makanan berserat tinggi.

Bisa jadi, ada faktor lain yang jadi penyebabnya. Salah satunya karena kamu kurang gerak dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

1. Cukup Serat Saja Tidak Cukup

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, mengungkapkan bahwa kecukupan serat saja tidak cukup. Kebiasaan jarang bergerak alias mager hingga kurang olahraga menjadi salah satu faktor tersembunyi yang membuat seseorang mengalami konstipasi atau sembelit.

Menurut dr. Tirta, aktivitas fisik berperan langsung terhadap efisiensi gerakan usus dalam mencerna dan mendorong sisa makanan. Sebaliknya, gaya hidup yang pasif atau terlalu “malas gerak” alias Mager akan berdampak langsung pada melambatnya kerja organ pencernaan.

"Semakin rutin seseorang bergerak, itu akan membuat usus kita itu menjadi peristaltiknya juga mendekati maksimal alias normal. Sehingga usus kita juga sehat ngikutin pemiliknya," ujar dr. Tirta dalam unggahan di akun Instagram miliknya, dikutip Jumat (2/10/2026).

“Kalau orangnya mager, maka gerak peristaltiknya juga akan cenderung melambat, biasanya. Sehingga selain faktor kurang fiber dan kurang serat, khusus untuk orang-orang yang mager parah, itu kemungkinan besar dia untuk konstipasi juga meningkat," jelas dia.

Fenomena ini sering kali membingungkan masyarakat yang merasa sudah menerapkan pola makan sehat. dr. Tirta menyarankan agar mereka yang masih sering susah BAB tidak hanya mengevaluasi isi piring, tetapi juga tingkat aktivitas harian dan status berat badan.

"Tapi bukan faktor utama ya. Makanya banyak orang bilang ‘Sudah rutin minum sayur, makan sayur, jus buah, kok tetap susah ee'?’ coba dicek, obesitas enggak? Coba dicek, mager enggak? Rutin olahraga enggak?" tambah dr. Tirta.

 

2. Sulit BAB Bukan Masalah Sepele

dr. Tirta menjelaskan, mengabaikan masalah susah BAB bukan perkara sepele. Dalam jangka panjang, gangguan buang air besar yang dibiarkan terus-menerus dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan organ pencernaan yang cukup serius.

"Kalian-kalian ini ingat, risiko kalau kita susah ee' itu besar banget. Hemoroid, infeksi, gangguan motilitas pada usus, sampai yang paling parah itu bisa menyebabkan sumbatan pada usus jadi ileus," tegas dia.

Terakhir, ia mengingatkan pentingnya menjaga kelancaran pencernaan sebagai fondasi kenyamanan hidup sehari-hari yang tidak bisa digantikan oleh kemewahan apa pun.

“Mau makan steak harga 9 juta sama steak 2 juta, tahi bentuknya tuh sama. Tapi ketika orang enggak bisa ee', itu akan menderita seumur hidup. Bayangin ee'mu gede banget, enggak bisa keluar, nyangkut di silit tapi kamu udah mules banget tapi enggak bisa keluar. Kalau dikeluarin silitnya sobek, mau? Nah itu," pungkas dia.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya