Menurut Anne, perusahaan juga memiliki kepentingan untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental karyawan. Jika seorang pekerja mengalami masalah kesehatan mental, dampaknya tidak selalu berhenti pada individu tersebut.
Kondisi itu dapat berpengaruh terhadap produktivitas. Dalam hal ini termasuk ke pekerjaan orang lain yang memiliki keterkaitan dalam satu divisi maupun antarbagian.
"Kalau ada karyawan yang alami masalah kesehatan jiwa, disadari atau tidak, itu memengaruhi terhadap produktivitas," jelas Anne.
Anne menambahkan, ketika pekerjaan dalam satu divisi terdampak, pekerjaan divisi lain yang saling berkaitan juga berpotensi ikut terpengaruh. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap organisasi secara keseluruhan.
Karena itu, Anne menilai pekerja yang berinisiatif mencari bantuan psikologis seharusnya mendapat apresiasi, bukan stigma. Akses terhadap layanan kesehatan mental dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi individu sekaligus mendukung keberlangsungan produktivitas di lingkungan kerja.
(Djanti Virantika)