Tren Fashion Sekali Pakai di China Jadi Sorotan, Outfit Liburan Berakhir Jadi Sampah

Nurrizka Nasywa Tsabitah, Jurnalis
Jum'at 02 Oktober 2026 20:05 WIB
Baju. (Foto: Freepik)
Share :

3. Dibeli Khusus untuk Foto

Pakaian disposable clothing juga tidak selalu dipilih karena kebutuhan berpakaian. Banyak yang sengaja membeli outfit tertentu karena dianggap lebih cocok dengan lokasi wisata.

Misalnya, ada pakaian yang dirancang untuk liburan di pantai, outfit bernuansa tradisional untuk acara tertentu, hingga pakaian dengan desain yang cocok untuk destinasi alam. Setelah sesi foto selesai, pakaian tersebut kemudian bisa saja langsung dibuang. Sebagian lainnya mencoba menjual kembali melalui platform barang bekas.

4. Bikin Sampah Tekstil Makin Banyak

Di balik kepraktisannya, tren ini ikut menyoroti masalah lain dalam industri fashion, yaitu limbah pakaian. Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) mencatat sekitar 92 juta ton limbah tekstil dihasilkan setiap tahun. Pada 2023, hanya sekitar 8 persen serat tekstil yang berasal dari bahan daur ulang.

Masalahnya, pakaian yang sebenarnya masih bisa digunakan berpotensi berubah menjadi sampah setelah hanya dipakai beberapa kali. Semakin pendek masa pemakaian pakaian, semakin cepat pula pakaian tersebut masuk ke alur pembuangan.

UNEP juga mencatat bahwa industri tekstil membutuhkan banyak sumber daya dan menghasilkan dampak lingkungan yang besar. Karena itu, memperpanjang masa penggunaan pakaian menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mengurangi limbah.

5. Kekhawatiran soal Kesehatan

Bukan hanya masalah lingkungan yang menjadi perhatian. Pakaian murah dengan kualitas bahan yang rendah juga memunculkan kekhawatiran mengenai kenyamanan dan kesehatan kulit.

Media pemerintah China, People's Daily Health, melaporkan adanya keluhan konsumen terhadap pakaian jenis ini. Beberapa orang mengaku menemukan bau menyengat dan mengalami iritasi setelah mengenakannya.

Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan kualitas bahan dan kemungkinan penggunaan zat tertentu dalam proses produksi pakaian. Namun, bukan berarti semua pakaian murah otomatis berbahaya bagi kulit.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya