JAKARTA - Bekerja seharian di kantor ternyata membuat sebagian pekerja di Cina merasa penampilannya lebih cepat terlihat lelah. Fenomena ini disebut "office ageing" atau penuaan akibat terlalu lama berada di lingkungan kantor.
Sejumlah pekerja membagikan pengalaman mereka di media sosial RedNote. Ada yang mengaku kulitnya terlihat lebih kusam setelah mulai bekerja, mata lebih sering terasa lelah, hingga wajah tampak berbeda antara pagi dan sore hari.
Karena itu, beberapa pekerja melakukan cara unik untuk melindungi diri. Mereka mulai menggunakan sunscreen di dalam ruangan, memakai topi atau penutup wajah, bahkan memasang payung kecil di meja kerja.
Salah satu pekerja mengaku warna kulitnya berubah setelah baru sebulan bekerja. Ada pula yang merasa kulitnya terlihat lebih cerah setelah mengambil cuti dan menjauh sementara dari lingkungan kantor.
Dikutip dari The Star, pencahayaan kantor menjadi salah satu hal yang disoroti. Banyak kantor menggunakan lampu dengan nuansa putih atau dingin karena dianggap membuat pekerja seolah tetap waspada agar produktivitas meningkat.
Namun, kondisi kantor tak hanya dipengaruhi oleh pencahayaan. Udara yang terlalu kering, debu dari sistem ventilasi, serta kadar karbon dioksida yang tinggi juga dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman dan lebih cepat lelah.
Kondisi tersebut berkaitan dengan istilah sick building syndrome, yaitu sekumpulan keluhan yang muncul ketika seseorang terlalu lama berada di dalam bangunan tertentu. Keluhannya bisa berupa sakit kepala, hidung tersumbat, kulit kering, iritasi tenggorokan, kelelahan, hingga sulit berkonsentrasi.
Keluhan biasanya semakin terasa selama berada di dalam gedung dan dapat berkurang setelah seseorang meninggalkan lingkungan tersebut.
Perhatian pekerja Cina terhadap office ageing tidak hanya berkaitan dengan kulit. Duduk terlalu lama di depan meja juga dianggap membuat postur tubuh berubah.
Sejumlah pengguna media sosial mengeluhkan leher yang semakin condong ke depan dan bahu yang membulat setelah berjam-jam bekerja. Ada pula yang melontarkan candaan bahwa kebiasaan mengernyitkan dahi saat bekerja membuat garis di wajah semakin terlihat.
Di media sosial, kondisi ini juga sering digambarkan lewat perbandingan foto saat baru masuk kantor dan setelah bekerja seharian. Pada pagi hari wajah terlihat lebih segar, sedangkan beberapa jam kemudian rambut mulai berminyak, kulit terlihat kusam, dan wajah tampak lebih sembap.
Selain menggunakan sunscreen dan payung, sebagian pekerja juga mencoba berbagai cara sederhana agar tetap nyaman selama bekerja. Ada yang menggunakan wadah bekas minuman sebagai pelembap udara sederhana hingga menyimpan benda-benda kecil di meja sebagai teman untuk mengurangi stres.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap lingkungan kerja tak hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga kenyamanan dan kesehatan pekerja.
Dengan waktu kerja yang panjang, kondisi ruang kerja seperti kualitas udara, ventilasi, pencahayaan, serta kesempatan untuk beristirahat menjadi hal yang ikut memengaruhi keseharian pekerja.
(Agustina Wulandari )