JAKARTA - Mendengar kata mindfulness, mungkin yang langsung terbayang adalah meditasi dengan mata terpejam sambil mengatur napas. Padahal, latihan mindfulness tak selalu harus dilakukan dengan cara tersebut.
Menurut Mayo Clinic, mindfulness pada dasarnya adalah kemampuan untuk menyadari apa yang sedang terjadi saat ini tanpa langsung menghakimi atau menilai. Seseorang bisa memperhatikan pikiran, perasaan, kondisi tubuh, hingga lingkungan sekitar tanpa harus berusaha menghilangkan semua pikiran.
Menariknya, mindfulness bisa dilakukan sambil menjalani aktivitas yang sudah biasa dilakukan setiap hari. Jadi, tak perlu menyediakan waktu khusus selama berjam-jam.
Mindfulness berarti memberikan perhatian penuh pada momen yang sedang dijalani. Ketika melakukannya, seseorang mengamati pikiran, perasaan, tubuh, dan lingkungan sekitar apa adanya.
Artinya, seseorang tak harus memaksa pikirannya menjadi kosong. Jika ada pikiran yang muncul, cukup menyadarinya tanpa ikut terbawa terlalu jauh.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa mindfulness bisa dilakukan saat duduk, berdiri, berjalan, atau bahkan berbaring. Latihan sederhana ini juga bisa mendukung fokus, pengelolaan stres, suasana hati, dan kesadaran terhadap diri sendiri.
Salah satu cara paling sederhana untuk melatih mindfulness adalah memanfaatkan kegiatan sehari-hari. Saat menyikat gigi, misalnya, cobalah memperhatikan gerakan tangan, rasa pasta gigi, suara sikat, hingga sensasi ketika bulu sikat menyentuh gigi dan gusi.
Biasanya, kita melakukan kegiatan tersebut secara otomatis sambil memikirkan hal lain. Dengan mindfulness, perhatian justru diarahkan kembali pada aktivitas yang sedang dilakukan.
Selain itu, makan juga bisa menjadi kesempatan untuk melatih mindfulness. Bukan makan terburu-buru sambil melihat ponsel atau memikirkan pekerjaan berikutnya, tetapi cobalah memperhatikan makanan yang ada di depan mata.
Perhatikan aromanya, rasanya, teksturnya, hingga sensasi ketika makanan dikunyah. Dengan begitu, kamu akan merasa benar-benar hadir dalam aktivitas yang sedang dilakukan.
Tak perlu mencari tempat khusus untuk melakukan latihan mindfulness. Berjalan kaki pun bisa menjadi salah satu caranya.
Saat berjalan, coba perhatikan bagaimana telapak kaki menyentuh permukaan lantai atau tanah. Dengarkan suara di sekitar, rasakan udara yang menyentuh kulit, dan perhatikan pemandangan yang dilewati.
Mayo Clinic menyebut mindfulness dapat dilakukan sambil berjalan, duduk, berdiri, maupun berbaring. Intinya adalah mengalihkan perhatian dari mode autopilot dan kembali menyadari momen yang sedang dijalani.
Salah satu hal yang mungkin membuat orang enggan mencoba mindfulness adalah anggapan bahwa latihan ini membutuhkan waktu lama.
Padahal, momen singkat untuk menyadari keadaan sekitar juga termasuk latihan mindfulness. Bahkan, beberapa menit saja dapat menjadi awal yang sederhana.
Misalnya, luangkan waktu untuk menarik napas secara perlahan di sela-sela aktivitas. Perhatikan suara di sekitar, rasakan telapak kaki menyentuh lantai, lalu kembali melakukan aktivitas yang sebelumnya dikerjakan.
Kebiasaan sederhana seperti ini dapat dilakukan kapan saja, baik di rumah maupun di luar rumah.
(Agustina Wulandari )