Kenali 7 Jenis Beras yang Tampilannya Beda dari Beras Putih Biasa

Agustina Wulandari , Jurnalis
Minggu 27 September 2026 10:05 WIB
Ilustrasi jenis-jenis beras. (Foto: dok Magnific)
Share :

JAKARTA - Selama ini, beras identik dengan butiran putih yang pulen setelah dimasak. Beras jadi makanan pokok masyarakat Indonesia setelah diolah menjadi nasi. Tentu saja, beras punya kandungan gizinya yang berlimpah. Tapi yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah beras putih biasa.  

Padahal, beras ternyata punya banyak jenis dengan warna, bentuk, aroma, dan tekstur yang berbeda. Ada beras yang berwarna hitam, merah, hingga ungu. Ada juga yang bentuknya sangat panjang dan ramping. Yuk, kenali tujuh jenis beras yang tampilannya cukup berbeda dari beras putih yang biasa ditemui yang telah dilansir dari The Times of India.

7 Jenis Beras yang Tampilannya Beda dari Beras Putih

1. Beras hitam

Beras hitam. (Foto: dok Ist)

Beras hitam memiliki warna gelap yang berasal dari pigmen bernama antosianin. Pigmen ini juga ditemukan pada sejumlah makanan berwarna pekat, seperti blueberry dan kol ungu.

Saat masih mentah, beras ini bisa terlihat hampir hitam pekat. Namun, setelah dimasak, warnanya biasanya berubah menjadi ungu tua.

Kini, beras hitam sudah ditanam di berbagai negara dan bisa digunakan untuk berbagai hidangan, mulai dari makanan gurih hingga makanan penutup.

2. Beras merah

Sesuai namanya, beras merah memiliki warna kemerahan yang berasal dari pigmen alami pada lapisan luar bulir beras. Tingkat kemerahannya bisa berbeda-beda, tergantung jenisnya. Beras merah bisa disajikan bersama kuah kari, sayuran, maupun berbagai hidangan sehari-hari lainnya.

3. Beras ungu

Beras ungu punya warna yang tak kalah menarik. Beberapa jenisnya terlihat berwarna ungu tua, bahkan hampir hitam ketika masih mentah. Setelah dimasak, warnanya bisa berubah menjadi ungu yang lebih jelas.

Beras ungu dan beras ketan hitam banyak ditemukan dalam masakan Asia Tenggara. Jenis beras ini bisa digunakan untuk makanan manis maupun gurih.

Warnanya yang mencolok juga membuat beras ungu menarik digunakan ketika ingin menyajikan hidangan yang terlihat berbeda.

4. Beras cokelat

Beras cokelat mungkin tak memiliki warna yang mencolok seperti beras hitam atau ungu, tetapi tetap terlihat berbeda dari beras putih.

Beras ini masih mempertahankan lapisan bekatul dan lembaganya, sehingga warnanya cenderung cokelat muda hingga kecokelatan. Karena lapisan luarnya masih ada, tekstur beras cokelat biasanya lebih keras dan kenyal dibandingkan beras putih.

Rasanya juga cenderung lebih gurih dan memiliki sensasi seperti kacang. Pada dasarnya, beras cokelat merupakan beras yang mengalami proses penggilingan lebih sedikit, bukan jenis biji-bijian yang benar-benar berbeda dari beras pada umumnya.

5. Wild rice

Wild rice atau beras liar memiliki bentuk yang cukup berbeda. Bulirnya panjang, ramping, berwarna gelap, dan sedikit melengkung.

Menariknya, wild rice sebenarnya bukan tanaman yang sama dengan beras Asia. Tanaman ini termasuk dalam genus Zizania dan berasal dari Amerika Utara. Beberapa spesiesnya secara tradisional telah dipanen dan dikonsumsi sebagai makanan.

Wild rice memiliki tekstur yang cukup padat dengan cita rasa yang khas dan sedikit seperti tanah. Jenis beras ini dapat digunakan dalam salad, sup, maupun hidangan berbahan biji-bijian lainnya.

6. Beras ketan hitam

Beras ketan hitam memiliki bulir berwarna gelap yang akan menjadi lengket setelah dimasak. Meski disebut "ketan" atau glutinous, istilah tersebut bukan berarti beras ini mengandung gluten. Sebutan tersebut merujuk pada teksturnya yang lengket setelah dimasak, yang berkaitan dengan komposisi patinya.

Beras ketan hitam banyak digunakan dalam masakan Asia Tenggara, terutama untuk membuat hidangan penutup. Salah satu olahannya adalah beras ketan hitam yang dimasak dan disajikan bersama santan.

7. Beras basmati

Beras Basmati. (Foto: dok Maginfic/Kamran Aydinov)

Beras basmati sebenarnya masih berwarna putih, tetapi bentuknya cukup berbeda dari beras putih berbulir pendek atau sedang.

Bulir basmati dikenal panjang dan ramping. Setelah dimasak, ukurannya bisa menjadi semakin panjang. Beras yang secara tradisional dikaitkan dengan kawasan Asia Selatan ini juga dikenal memiliki aroma khas dan tekstur yang pulen.

Basmati banyak digunakan untuk membuat biryani, pulao, dan berbagai hidangan lain yang membutuhkan bulir nasi tetap terpisah setelah dimasak.

Dari beras berwarna hitam, merah, dan ungu hingga beras dengan bulir yang sangat panjang seperti basmati, jenis beras ternyata jauh lebih beragam daripada yang selama ini kita bayangkan dari sepiring nasi putih.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya