DIAGNOSIS kanker payudara stadium 4 menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang perempuan asal Yogyakarta. Hampir satu dekade sejak pertama kali mengetahui penyakitnya, perempuan bernama Vonny Indriaty masih menjalani pengobatan dan berusaha menjalani kehidupan sehari-hari bersama keluarga.
Ketika pertama kali didiagnosis sekitar 10 tahun lalu, kanker payudara yang dialaminya telah menyebar ke otak, tulang belakang, dan tulang. Ia kemudian menjalani berbagai pengobatan, termasuk radioterapi dan kemoterapi.
Dilansir dari keterangan Parkway Cancer Centre (PCC), perjalanan tersebut sempat membuat kondisi fisiknya menurun. Kedua kakinya mengalami kelumpuhan sehingga ia harus menjalani fisioterapi selama tiga tahun.
Secara bertahap, ia kembali melatih kemampuan fisiknya hingga dapat belajar berjalan kembali. Proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang harus dijalaninya bersamaan dengan pengobatan kanker.
Pandemi Covid-19 kemudian membuatnya melanjutkan perawatan di Indonesia. Namun, ketika kanker kembali kambuh pada 2022, Vonny menjalani operasi dan kemoterapi sebelum kembali ke Singapura untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Hingga kini, hampir 10 tahun setelah diagnosis pertama, ia masih menjalani terapi pemeliharaan setiap tiga minggu. Dalam perjalanan tersebut, dukungan keluarga dan hubungan yang terjalin dengan tim medis menjadi bagian penting dalam menjalani pengobatan.
Bagi perempuan tersebut, menjalani hidup setelah diagnosis kanker bukan berarti memiliki kepastian mengenai apa yang akan terjadi di masa depan. Ia memilih untuk menjalani hari demi hari, tetap mendapatkan perawatan, dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
“Besok adalah besok. Hari ini, saya masih hidup,” ujar Vonny.
Perjalanan panjang tersebut juga menunjukkan bahwa perawatan kanker tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis. Pasien juga perlu mendapatkan dukungan untuk menjaga kondisi fisik dan emosional selama menjalani pengobatan.
Dr Khoo Kei Siong, Deputy Medical Director Parkway Cancer Centre, menekankan pentingnya pasien tetap menjaga kesehatan dan menjalani aktivitas yang bermakna selama masa pemulihan.
“Percayalah pada kemampuan Anda untuk pulih. Rencanakan aktivitas fisik, jaga diri, lakukan pemeriksaan rutin, dan terus jalani hidup sepenuhnya melalui passion dan hubungan Anda dengan orang-orang terdekat,” ujar Dr Khoo.
Menurutnya, keluarga, terutama pasangan, juga dapat berperan dalam memberikan dukungan selama proses perawatan. Selain itu, pola makan yang baik dan aktivitas fisik secara teratur menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh.
Kemajuan pengobatan kanker dalam beberapa tahun terakhir juga memberikan semakin banyak pilihan bagi pasien. Terapi dapat mencakup operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi hormonal, terapi target, hingga imunoterapi, bergantung pada jenis dan karakteristik kanker.
Terapi target dan imunoterapi juga terus berkembang, termasuk dalam penanganan kanker payudara dan kanker ginekologi. Pendekatan multidisiplin memungkinkan dokter dari berbagai bidang bekerja sama dalam menentukan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.
(Djanti Virantika)