Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Deodoran Bisa Picu Kanker Payudara? Ini Penjelasan Dokter

Djanti Virantika , Jurnalis-Sabtu, 17 Oktober 2026 |14:05 WIB
Benarkah Deodoran Bisa Picu Kanker Payudara? Ini Penjelasan Dokter
Deodoran. (Foto: Freepik)
A
A
A

PENGGUNAAN deodoran kerap dikaitkan dengan munculnya benjolan di ketiak hingga risiko kanker payudara. Kekhawatiran ini muncul karena sejumlah produk perawatan tubuh mengandung aluminium dan paraben yang kerap disebut-sebut berbahaya bagi kesehatan.

Namun, benarkah penggunaan deodoran dapat memicu kanker payudara? Ataukah anggapan itu hanya mitos semata?

1. Kandungan Aluminium dan Paraben dalam Deodoran

General Practitioner RS Sentra Medika Hospital Harapan Bunda, dr. Andi Sitti Tandina, dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone menyebut belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan hubungan langsung antara penggunaan deodoran dan peningkatan risiko kanker payudara.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan perubahan pada area ketiak dan payudara. Terutama jika muncul benjolan yang tidak biasa.

National Cancer Institute dan American Cancer Society juga menyatakan bahwa penelitian yang tersedia belum menunjukkan hubungan yang meyakinkan antara penggunaan deodoran atau antiperspiran dan kanker payudara. dr. Andi Sitti Tandina menjelaskan, aluminium dan paraben memiliki fungsi berbeda dalam produk perawatan tubuh.

Aluminium umumnya digunakan sebagai bahan aktif dalam antiperspiran untuk membantu mengurangi produksi keringat yang mencapai permukaan kulit. Sementara itu, paraben merupakan kelompok bahan pengawet yang digunakan dalam sejumlah produk kosmetik untuk membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme.

Kedua bahan tersebut pernah menjadi perhatian dalam penelitian mengenai kemungkinan kaitannya dengan kanker payudara. Aluminium sempat dikaitkan dengan dugaan efek menyerupai hormon estrogen, sedangkan paraben juga diketahui memiliki aktivitas estrogenik yang lemah dalam penelitian laboratorium.

Meski demikian, dugaan tersebut belum membuktikan bahwa penggunaan produk yang mengandung kedua bahan tersebut menyebabkan kanker payudara pada manusia. Karena itu, masyarakat tidak perlu langsung menganggap deodoran sebagai penyebab kanker. Benjolan di ketiak atau payudara dapat memiliki beragam penyebab dan perlu dinilai berdasarkan kondisi klinis masing-masing.

“Di dalam deodoran terdapat beberapa bahan, di antaranya aluminium dan paraben. Aluminium berfungsi untuk membantu mengurangi produksi keringat, sedangkan paraben digunakan sebagai bahan pengawet dalam produk kosmetik,” ujar dr. Andi Sitti Tandina.

“Namun, berdasarkan penelitian, belum ditemukan hubungan langsung yang meyakinkan antara penggunaan deodoran dan kanker payudara,” lanjutnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement