dr. Ferry juga mengingatkan bahwa salah satu prinsip dalam pemberian vaksin adalah memperhatikan kondisi kesehatan seseorang pada saat vaksinasi. Jika seseorang sedang mengalami penyakit akut dengan kondisi sedang atau berat, vaksinasi umumnya dapat ditunda sampai kondisi tersebut membaik.
Pemeriksaan sebelum vaksinasi diperlukan untuk memastikan tidak terdapat kondisi yang menjadi kontraindikasi atau alasan untuk menunda pemberian vaksin. Meski demikian, dalam praktik medis, keputusan menunda vaksinasi tidak selalu sama untuk setiap orang. Kondisi klinis, jenis penyakit, tingkat keparahan, usia, faktor risiko, serta jenis vaksin yang akan diberikan perlu dipertimbangkan.
“Apalagi persyaratan vaksin kan tidak boleh dalam keadaan demam, tidak boleh dalam keadaan sakit ya kan, dan tidak boleh habis sakit baru sembuh,” tuturnya.
“Bukan serta-merta abis sakit langsung vaksin besoknya. Ada waktu, ada jeda,” lanjut dr. Ferry.
Lalu, apakah seseorang yang baru sembuh dari influenza harus menunggu tiga sampai empat bulan sebelum mendapatkan vaksin. Menurut penjelasan dr. Ferry, pembentukan antibodi menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan waktu vaksinasi.
“Apa pun sakit kita, tubuh kita akan membentuk antibodi. Nah sedangkan tujuan vaksinasi itu adalah membentuk antibodi. Jadi kalau antibodinya sudah kebentuk, ya enggak perlu vaksin. Nanti 3-4 bulan lagi kalau antibodinya sudah menurun bisa dilakukan vaksin. Itu prinsip vaksinasi,” tutupnya.
(Djanti Virantika)