Meski tidur siang terbukti ampuh menyegarkan kembali kapasitas otak dalam menyerap informasi baru, dr. Adam mengingatkan agar masyarakat tidak salah kaprah. Tidur siang berfungsi sebagai sarana pemulihan energi di sela aktivitas harian, bukan sebagai alat untuk menggantikan kekurangan waktu tidur di malam hari.
“Tapi ingat, efek ini berlaku untuk pemulihan pada orang yang yang sempat tidur siang di sela-sela pekerjaannya. Ini bukan pengganti untuk tidur malam yang sedikit ya,” jelas dr. Adam.
Menjaga keseimbangan antara pola tidur malam yang cukup dan meluangkan waktu istirahat sejenak di siang hari menjadi kombinasi tepat untuk menjaga produktivitas serta kesehatan otak jangka panjang.
(Djanti Virantika)